Anggota Komisi XII DPR RI, H. Rokhmat Ardiyan (HRA), turun langsung ke Dusun II Wana Asih, Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Selasa (5/8/2025), menanggapi keluhan warga terkait bau menyengat dari Bendungan Kuningan yang viral di media sosial dengan tagar “Kuningan Bau”.

Disambut ratusan warga terdampak, HRA langsung meninjau Sungai Cikaro—jalur pembuangan air bendungan ke Brebes, Jawa Tengah. Bau busuk menyengat langsung tercium.

“Saya merasakan sendiri. Jangankan manusia, hewan pun pasti terganggu dengan bau seperti ini,” ujar HRA, politisi Gerindra asal Dapil Jabar X.

Dalam dialog dengan warga, ia menduga penyebab bau berasal dari vegetasi yang membusuk di dasar bendungan akibat pembangunan yang tergesa-gesa, menghasilkan gas metana dan amonia.

HRA berjanji akan membawa persoalan ini ke Kementerian LHK dan PUPR, serta mendesak BBWS Cisanggarung–Cimanuk segera melakukan uji kualitas air dan udara.

Sebagai solusi sementara, HRA meminta BBWS memasang kanopi tambahan di aliran pembuangan dan menanam pohon di sekitar jalur bendungan. Jika bau tetap menyengat, ia menyarankan relokasi 156 KK sebagai opsi terakhir.

Respons cepat HRA disambut antusias. Ia juga membagikan 156 paket sembako dan menggelar kuis edukatif berhadiah bagi warga.

Kunjungan ini turut didampingi Masyarakat Peduli Kuningan (MPK) yang menyebut selama dua tahun belum ada penanganan serius dari pemerintah terhadap 135 KK di empat RT Dusun Wana Asih.

“Alhamdulillah, semua keluhan sudah saya dengar. Saya akan kawal hingga mendapat perhatian dari pemerintah dan kementerian terkait,” pungkas HRA.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp