Anggota Komisi VIII DPR RI, Alimudin Kolatlena, menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, dan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, yang bertujuan meningkatkan sinergitas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia.

Politisi Gerindra dari Dapil Maluku ini menekankan pentingnya langkah nyata untuk mengatasi isu-isu krusial terkait pemberdayaan perempuan dan anak.

“Potensi perempuan dan anak harus menjadi pendorong utama pencapaian target pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Alimudin, Jumat (7/2/2025).

Menurutnya, pembangunan nasional bertujuan mewujudkan Indonesia yang maju dan berkelanjutan. Tumbuh kembang anak di lingkungan yang sehat akan menghasilkan generasi penerus yang berdaya saing.

Alimudin juga mencatat pentingnya perbaikan pola makan untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga, serta dukungan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan anak-anak mendapatkan akses gizi yang baik.

“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif,” imbuh Alimudin.

Alimudin berharap pemangku kepentingan di pusat dan daerah dapat bersinergi memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, mulai dari tingkat desa, untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp