Indonesia merupakan negara maritim yang mempunyai wilayah lautan yang sangat luas serta berbagi lautan dengan negara-negara Pasifik yang menjadi mitra di kawasan tersebut. Indonesia bersama dengan negara-negara Pasifik memiliki permasalahan serta tantangan yang hampir sama yaitu perubahan iklim dan kerentanan bencana alam.
Menanggapi hal ini, DPR RI mendapat kesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Sidang kedua Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership (IPPP) pada 25-26 Juli 2024. Sidang kedua IPPP ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama antar negara di kawasan pasifik, termasuk di level parlemen.
Kegiatan yang mengusung tema “Partnership for Prosperity: Fostering Regional Connectivity and Inclusive Development” menjadi momentum untuk menciptakan masa depan Indonesia dan Pasifik dalam menjaga stabilitas, kerja sama serta perdamaian di kawasan tersebut.
“Parlemen mempunyai peran yang krusial untuk membantu memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Pasifik dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan pembangunan di kawasan,” ujar Fadli, Selasa (23/7/2024).
Sidang IPPP ini dihadiri oleh ketua dan anggota parlemen dari 13 negara yang berada di kawasan Pasifik. Pertemuan ini dibagi menjadi tiga sesi yang difokuskan pada kerja sama konektivitas kawasan, pelibatan dan peningkatan hubungan antar masyarakat, serta potensi maritim untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.