Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan, Maria Teresa Suhardja, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan membagikan buku tulis kepada para pelajar di sejumlah lembaga pendidikan di Kota Tangerang Selatan.
Dalam sepekan terakhir, sebanyak 5.000 buku tulis telah disalurkan kepada siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga santri di sejumlah pondok pesantren di wilayah Tangerang Selatan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian Maria Teresa terhadap pendidikan sekaligus langkah sederhana untuk mendorong penguatan budaya literasi di kalangan anak dan generasi muda Tangsel.
Menurutnya, buku dan alat tulis memang terlihat sebagai kebutuhan sederhana. Namun, bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, kebutuhan tersebut tetap dapat menjadi beban.
Hal itu, kata Maria Teresa, menjadi pengingat bahwa akses terhadap kebutuhan dasar pendidikan tidak boleh dipandang sebelah mata.
“Buku tulis mungkin sederhana, tetapi bagi seorang anak, buku adalah bagian dari proses mereka belajar, menulis, berpikir, dan mengembangkan cita-cita. Kita tidak boleh menganggap kebutuhan pendidikan sebagai sesuatu yang tidak penting,” ujar Maria Teresa, Rabu (2/9/2026).
Srikandi Gerindra itu menegaskan, pembagian 5.000 buku tulis tersebut bukanlah solusi atas seluruh persoalan pendidikan dan literasi di Tangsel. Namun, langkah itu merupakan bentuk nyata untuk membantu memenuhi kebutuhan anak-anak di lapangan.
“Ini adalah langkah kecil. Tetapi saya percaya perubahan juga bisa dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten,” katanya.
Maria Teresa juga menilai penguatan literasi harus menjangkau seluruh lingkungan pendidikan. Karena itu, penyaluran buku tidak hanya menyasar sekolah dasar dan menengah, tetapi juga pondok pesantren.
“Anak-anak kita, baik yang belajar di SD, SMP maupun di pondok pesantren, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesempatan belajar dan berkembang. Kita ingin budaya membaca dan menulis tumbuh di semua lingkungan pendidikan,” tuturnya.
Ia berharap semakin banyak pihak turut mengambil peran dalam mendukung pendidikan dan literasi di Kota Tangerang Selatan.
“Jangan sampai seorang anak kehilangan kesempatan untuk belajar hanya karena tidak memiliki buku untuk menulis. Kalau kita mampu membantu, mari kita bantu. Karena dari sebuah buku tulis, bisa lahir sebuah gagasan, cita-cita, dan masa depan,” pungkas Maria Teresa.