Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa strategi transformasi bangsa yang dijalankan pemerintah berfokus pada upaya mengangkat sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan. Hal tersebut disampaikan Presiden saat menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (31/08/2026).

Kepala Negara mengatakan, pesan Rais Aam terpilih dalam Muktamar ke-35 NU sejalan dengan arah perjuangan pemerintah dalam menjalankan strategi transformasi bangsa. Menurut Presiden, keberpihakan terhadap rakyat dan peningkatan kesejahteraan merupakan kewajiban bersama.

“Jadi inilah saya kira kewajiban kita bersama bahwa fokus, perhatian, tujuan dari strategi transformasi bangsa kita yang saya sekarang pimpin dan kendalikan adalah bagaimana mengangkat sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan,” ujar Presiden.

Presiden juga menegaskan keyakinannya bahwa target tersebut dapat diwujudkan melalui perencanaan yang telah disusun secara cermat. Ia menyebut sejumlah capaian telah berhasil diraih pemerintah dalam dua tahun pertama kepemimpinannya dan optimistis dapat terus mengurangi angka kemiskinan.

“Kita harus berani, dan saya sudah hitung dengan cermat sampai ke rupiah-rupiahnya. Saya sudah hitung dan saya yakin dan percaya kita akan berhasil. Kita akan mengangkat jutaan rakyat kita keluar dari kemiskinan dan kita sudah buktikan dalam dua tahun pertama kita,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menjelaskan langkah transformasi dan efisiensi badan usaha milik negara (BUMN) sebagai bagian dari strategi pemerintah. Ia menyampaikan bahwa hingga 31 Desember 2026, pemerintah menargetkan kembali menutup sedikitnya 700 BUMN sehingga jumlahnya menjadi sekitar 200 hingga 250 BUMN.

Menurut Presiden, langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan negara sekaligus memastikan sumber daya yang dimiliki dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

“Dan pemerintah yang saya pimpin, Desember 31, 2026 kami akan menutup lagi, paling sedikit 700 lagi yang kami akan tutup. Jadi nanti hanya tinggal mungkin 250 BUMN. Tinggal 200, 250. Berarti harapan saya kita bisa menghemat 100 triliun (rupiah). Dari overhead, dari biaya rutin, gaji direksi, gaji komisaris, dan penghematan kita di berbagai bidang sudah mendekati setiap tahun lebih dari 200 triliun, mendekati 300 triliun setiap tahun. Uang inilah yang kita alihkan, yang kita gelontorkan sebesar-besarnya langsung ke rakyat. Ini yang kita pakai,” ucap Presiden.

Selain efisiensi, Presiden menekankan pentingnya menjaga kemandirian pembiayaan pembangunan nasional. Pemerintah, kata dia, tetap membuka ruang bagi investasi, namun berupaya mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan melalui utang.

“Kita sekarang berusaha tidak mau terlalu banyak pinjam-pinjam uang dari mana-mana. Ajak investasi boleh, kalau kita pinjam uang, kita mau pinjam uang yang bunganya sekecil mungkin. Jadi saya kira kemarin, beberapa bulan yang lalu, kaget Menteri Keuangan kita di Washington DC ditawarin pinjaman dari IMF, kita tolak. Terima kasih Indonesia masih bisa tanpa pinjaman dari IMF,” pungkas Presiden.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp