Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad, menilai RAPBN Tahun Anggaran 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI memiliki pendekatan yang lebih realistis dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen didukung kebijakan yang lebih konkret, terutama melalui reformasi struktural, hilirisasi, penguatan investasi, dan disiplin fiskal.
“Transformasi kebijakan yang dilakukan selama 21 bulan terakhir sudah mulai menunjukkan dampaknya, terutama pada sektor hulu dan sumber daya alam. Hal itu tercermin dari meningkatnya penerimaan negara,” ujar Kamrussamad dalam Talkshow Spesial TVR Parlemen seusai Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Legislator Gerindra itu menilai percepatan hilirisasi menjadi penting untuk meningkatkan kontribusi industri manufaktur terhadap PDB yang saat ini berada di kisaran 18,9 persen.
Selain meningkatkan penerimaan, ia mendorong efisiensi belanja pemerintah, termasuk melalui penguatan peran LKPP dalam mengkonsolidasikan pengadaan barang dan jasa.
“Belanja pengadaan barang dan jasa mencapai sekitar Rp600 triliun setiap tahun. Kalau pengelolaannya semakin baik, ruang fiskal dapat dialihkan ke sektor produktif seperti kesehatan dan pendidikan,” jelasnya.
Ia juga menilai investasi perlu terus diarahkan ke sektor manufaktur karena berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja formal. Pada semester pertama 2026, investasi disebut telah mencapai sekitar Rp1.010 triliun.
Kamrussamad optimistis target pertumbuhan ekonomi 6 persen dapat tercapai jika hilirisasi, investasi, dan reformasi struktural dijalankan secara konsisten.
“Kalau transformasi ini terus dilakukan, saya optimistis kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2028–2029 akan jauh lebih baik,” pungkasnya.