Anggota Komisi X DPR RI, Melly Goeslaw

Anggota Komisi X DPR RI, Melly Goeslaw, melakukan inspeksi mendadak ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 9 Kota Bandung. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung proses pendidikan, pengasuhan, dan perkembangan anak-anak yang mengikuti program Sekolah Rakyat.

Dalam kunjungannya, Melly berdialog dengan para guru dan mendengarkan kisah sejumlah siswa. Berbagai cerita tersebut membuatnya terharu sekaligus memahami besarnya tantangan yang dihadapi tenaga pendidik dalam mendampingi anak-anak.

“Seru dan terharu dengar cerita guru dan anak-anak di sini,” kata Melly.

Sebagian siswa SRMP 9 Kota Bandung berasal dari keluarga dengan kondisi penuh keterbatasan. Ada yang kehilangan orang tua, tidak mengetahui keberadaan orang tuanya, hingga sebelumnya hidup di jalanan.

Kondisi tersebut membuat proses adaptasi di sekolah berasrama tidak selalu mudah. Melly mendapat cerita tentang seorang siswa yang kesulitan tidur di atas kasur karena sebelumnya terbiasa tidur di tanah.

“Ada yang susah tidur karena sudah terbiasa tidur di tanah, jadi tidak nyaman tidur di kasur. Ada yang awalnya kabur terus. Banyak di antara mereka yang sudah tidak punya ayah dan ibu, atau tidak tahu orang tuanya di mana. Mereka banyak dari jalanan,” ungkapnya.

Menurut Melly, kondisi tersebut menunjukkan bahwa tugas guru di Sekolah Rakyat bukan sekadar mengajar, tetapi juga mendampingi anak-anak beradaptasi, membangun rasa aman, dan membentuk kebiasaan hidup yang lebih tertib.

“Dengan kesabaran para guru dan pengelola sekolah, perubahan perlahan mulai terlihat. Anak-anak yang awalnya sulit menyesuaikan diri kini tumbuh lebih disiplin dan mampu mengikuti kegiatan pendidikan dengan baik. Alhamdulillah, berkat kesabaran guru-guru, kini mereka sudah lebih disiplin,” ujar Melly.

Perkembangan kemampuan belajar siswa juga menjadi hal yang membanggakan. Melly menyebut ada siswa yang sebelumnya belum mampu membaca dan menulis, tetapi kini sudah mampu tampil berpidato dalam tiga bahasa.

“Bahkan ada yang tadinya tidak bisa baca tulis, sekarang sudah bisa pidato tiga bahasa. Masyaallah, Allahumma barik,” tuturnya.

Bagi Melly, perubahan tersebut membuktikan bahwa pendidikan yang disertai pendampingan dan kesabaran dapat membuka peluang baru bagi anak-anak yang sebelumnya menghadapi berbagai kesulitan hidup.

Sekolah Rakyat, kata dia, tidak hanya menjadi tempat mengejar ketertinggalan akademik, tetapi juga ruang untuk membangun kedisiplinan, memberikan pengasuhan, dan menumbuhkan kembali kepercayaan diri anak-anak.

Srikandi Gerindra itu menilai kesabaran dan kepedulian para guru menjadi kunci penting dalam keberhasilan program tersebut. Dengan latar belakang siswa yang beragam, tenaga pendidik dituntut mampu memahami perjalanan hidup setiap anak sekaligus memberikan pendampingan yang sesuai.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp