Anggota Komisi IX DPR RI, Mariana, menyoroti perlunya peningkatan sarana dan prasarana Balai Latihan Kerja (BLK) Palangka Raya. Menurutnya, sejumlah peralatan pelatihan yang digunakan saat ini sudah berusia puluhan tahun sehingga perlu segera diperbarui agar mampu menunjang peningkatan kompetensi peserta.
Hal tersebut disampaikan Mariana kepada Parlementaria usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (23/7/2026).
“Memang kalau dilihat cukup miris karena fasilitasnya, terutama terkait peralatan, masih menggunakan peralatan lama. Seperti tadi ada contoh peralatan mesin yang berasal dari tahun 1980, kemudian ada juga yang tahun 2008. Jadi, terkait fasilitas ini sangat perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Mariana menilai modernisasi fasilitas menjadi kebutuhan mendesak agar kualitas pelatihan mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Ia mencontohkan, pelatihan di bidang otomotif masih belum didukung peralatan praktik yang memadai sehingga dapat menghambat peningkatan keterampilan peserta.
Karena itu, ia berharap Komisi IX DPR RI dapat mendorong dukungan anggaran untuk memperbaiki sarana dan prasarana BLK Palangka Raya.
Selain persoalan fasilitas, Mariana juga menyoroti beban biaya yang harus ditanggung peserta pelatihan, khususnya mereka yang berasal dari luar Kota Palangka Raya. Berdasarkan hasil dialog, sejumlah peserta berasal dari Kabupaten Katingan, Kotawaringin Timur (Sampit), dan Pulang Pisau sehingga harus menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti pelatihan.
Meski pelatihan diberikan secara gratis, para peserta tetap harus mengeluarkan biaya tambahan untuk tempat tinggal selama mengikuti pelatihan.
“Kalau pelatihan itu tidak dipungut biaya, mungkin perlu dipikirkan biaya terkait tempat tinggal. Sebagai anggota Komisi IX, kalau bisa perlu diadakan semacam mes atau asrama di BLK selama mereka mengikuti pelatihan. Itu bisa mengurangi biaya yang harus mereka keluarkan,” usulnya.
Srikandi Gerindra itu juga menekankan pentingnya menyelaraskan program pelatihan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Menurutnya, kesesuaian antara materi pelatihan dan kebutuhan pasar kerja akan meningkatkan peluang lulusan BLK terserap ke dunia kerja.
“Mudah-mudahan dengan adanya berbagai pelatihan ini nantinya bisa menyerap tenaga kerja dan menyesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja yang ada saat ini,” pungkasnya.