Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI terus memperkuat diplomasi Indonesia dengan menggandeng pemerintah daerah sebagai mitra strategis. Melalui kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Malang, BKSAP menegaskan bahwa diplomasi tidak hanya dijalankan di tingkat nasional, tetapi juga dapat diperkuat melalui kolaborasi pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Husein Fadlulloh, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum untuk membahas berbagai isu terkait diplomasi parlemen dan peran pemerintah daerah dalam membangun hubungan internasional.
“Kami melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Malang untuk membahas berbagai isu yang berkaitan dengan diplomasi parlemen serta peran pemerintah kota, kabupaten, dan provinsi dalam memperkuat hubungan Indonesia dengan berbagai negara,” ujar Husein usai memimpin Kunjungan Kerja BKSAP DPR RI di Kantor Wali Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (8/7/2026).
Salah satu isu yang menjadi perhatian ialah kerja sama *Sister City* yang telah dijalin Kota Malang dengan sejumlah kota di luar negeri. Menurut Husein, skema tersebut menjadi contoh nyata kontribusi pemerintah daerah dalam memperkuat hubungan internasional Indonesia.
“Salah satunya adalah kerja sama Sister City yang dimiliki Kota Malang dengan beberapa kota di negara lain yang cukup menarik,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, BKSAP juga mencatat Kota Malang sebagai salah satu destinasi favorit mahasiswa internasional untuk melanjutkan pendidikan di Indonesia. Menurut Husein, hal tersebut merupakan modal penting dalam memperkuat diplomasi antar masyarakat (people-to-people diplomacy).
“Kami menemukan bahwa Kota Malang menjadi salah satu destinasi favorit bagi para pelajar internasional untuk datang dan berkuliah,” ungkapnya.
Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menambahkan, temuan serupa juga diperoleh saat BKSAP mengunjungi Kota Depok dan Kota Padang. Bahkan, dalam berbagai forum internasional, tidak sedikit pejabat maupun anggota parlemen dari negara lain yang memiliki keluarga atau kerabat yang pernah menempuh pendidikan di Indonesia.
Menurut Husein, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu kekuatan diplomasi Indonesia yang perlu terus diperkuat.
“Mudah-mudahan BKSAP DPR RI dapat terus mewakili Indonesia di forum-forum internasional, sekaligus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan kalangan akademisi untuk menghimpun berbagai masukan yang nantinya akan kami bawa ke forum internasional,” jelasnya.
Husein menegaskan BKSAP akan terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah dan dunia akademik agar berbagai praktik baik dari daerah dapat menjadi bagian dari diplomasi Indonesia di tingkat global.
“Kita akan terus mendukung setiap hal positif yang dapat memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional,” tutupnya.