Anggota Komisi VIII DPR RI, M. Husni, mendorong Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) segera menyusun peta jalan (roadmap) investasi yang komprehensif guna memastikan keberlanjutan pengelolaan dana haji dan peningkatan nilai manfaat di masa mendatang.
Hal itu disampaikan Husni dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kepala Badan Pelaksana BPKH dan Ketua Dewan Pengawas BPKH di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Husni mengapresiasi langkah BPKH yang mulai melakukan diversifikasi investasi. Namun, ia mengingatkan bahwa ketergantungan yang masih besar pada Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dinilai belum cukup untuk mencapai target nilai manfaat sebesar 7,9 persen.
“Target nilai manfaat 7,9 persen tentu bukan hal yang mudah dicapai jika sebagian besar investasi masih terkonsentrasi pada surat berharga syariah. Karena itu diperlukan strategi investasi yang lebih beragam,” ujar Husni.
Legislator Fraksi Gerindra dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I itu juga menilai instrumen investasi emas masih memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, tren kenaikan harga emas dapat menjadi peluang bagi BPKH untuk meningkatkan imbal hasil investasi.
“Investasi emas memiliki prospek yang sangat baik. Realisasinya saat ini masih sekitar Rp500 miliar, padahal undang-undang memberikan ruang hingga 5 persen dari portofolio. Ini peluang yang perlu dimaksimalkan,” jelasnya.
Selain itu, Husni mengapresiasi efisiensi biaya operasional BPKH yang saat ini berada di bawah 3 persen dari nilai manfaat. Meski demikian, ia mengingatkan agar BPKH mulai mempersiapkan strategi jangka panjang, terutama menghadapi proyeksi meningkatnya jumlah jemaah haji pada 2039.
Menurutnya, tanpa perencanaan investasi yang matang dan terukur, pengelolaan dana haji berpotensi menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.
“Kita harus melihat jauh ke depan. BPKH membutuhkan roadmap investasi yang benar-benar matang. Jangan sampai langkah yang diambil hari ini justru menyulitkan ketika beban pengelolaan dana haji semakin besar di masa mendatang,” tegasnya.
Husni berharap BPKH segera menyusun strategi investasi jangka panjang yang lebih komprehensif, adaptif, dan berkelanjutan agar dana haji dapat dikelola secara optimal serta terus memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh jemaah haji Indonesia.