Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menegaskan pentingnya dukungan nyata pemerintah terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor ekonomi kreatif saat melakukan kunjungan kerja ke Studio Alam Gamplong, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (2/4/2026).

Ia menilai Studio Alam Gamplong merupakan contoh nyata perjuangan pelaku ekonomi kreatif yang berkembang tanpa dukungan anggaran negara. Menurutnya, hal ini menjadi ironi mengingat besarnya potensi lokasi tersebut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Ini adalah bukti nyata pelaku UMKM ekonomi kreatif yang berdiri tanpa bantuan satu rupiah pun dari negara. Sangat disayangkan jika pemerintah tidak memberikan dukungan, baik dari sisi promosi, pendanaan, maupun aspek lainnya,” tegasnya.

Legislator Gerindra itu menambahkan, keberadaan Studio Alam Gamplong memiliki efek berganda (multiplier effect) yang luas, tidak hanya bagi sektor ekonomi kreatif, tetapi juga sektor lain seperti kuliner dan kriya. Ia menilai konsep seperti ini telah berkembang di luar negeri, namun patut diapresiasi karena berhasil diwujudkan oleh pelaku lokal di Indonesia.

Lebih lanjut, ia menyoroti persoalan keberlanjutan (sustainability) dalam pengembangan inisiatif ekonomi kreatif di Indonesia. Ia menyayangkan kurangnya perhatian terhadap pengembangan lanjutan, meskipun lokasi tersebut sebelumnya telah diresmikan oleh Joko Widodo.

“Kita melihat ada persoalan keberlanjutan. Padahal yang kita lihat di sini adalah keterlibatan dan kegigihan masyarakat, benar-benar dari rakyat untuk rakyat,” ujarnya.

Dari sisi dukungan konkret, Saraswati mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk mengidentifikasi kebutuhan mendasar yang masih menjadi kendala, seperti promosi, akses pembiayaan, hingga infrastruktur. Ia mencontohkan kondisi akses jalan menuju lokasi yang masih dikeluhkan pengunjung dan bahkan diperbaiki secara swadaya oleh pengelola.

“Kalau tidak bisa dari anggaran, setidaknya dukungan lain seperti infrastruktur harus diperhatikan. Ini juga destinasi wisata, bukan hanya ekonomi kreatif, sehingga berpotensi besar menarik investasi dan wisatawan,” jelasnya.

Sebagai bagian dari fungsi DPR, ia menegaskan bahwa Komisi VII akan terus menjalankan peran pengawasan, legislasi, dan anggaran guna memastikan ekosistem ekonomi kreatif mendapat dukungan optimal. Kehadiran DPR di lapangan diharapkan menjadi bentuk perhatian sekaligus dorongan bagi pemerintah untuk mengambil langkah konkret.

Sementara itu, sutradara dan produser Hanung Bramantyo menyambut positif kunjungan Komisi VII DPR RI ke Studio Alam Gamplong. Ia menilai kehadiran para legislator menjadi momentum penting untuk memperlihatkan realitas kerja pelaku industri kreatif, khususnya perfilman.

“Sangat mengharukan sekali kedatangan Komisi VII DPR RI. Terima kasih Mbak Sara atas inisiatifnya untuk melihat langsung bagaimana kami bekerja di industri kreatif, terutama film,” ujar Hanung.

Dalam kesempatan tersebut, Hanung juga menceritakan awal mula pengembangan Studio Alam Gamplong yang berangkat dari kolaborasi dengan pemerintah desa setempat. Menurutnya, dukungan kepala desa yang visioner menjadi kunci lahirnya kawasan tersebut sebagai pusat produksi film sekaligus destinasi wisata.

“Awalnya untuk syuting, tapi ternyata masyarakat yang datang membuat tempat ini menjadi viral. Dari situ dampaknya terasa ke ekonomi warga,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep kawasan dengan nuansa arsitektur era 1800 hingga 1950 sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung, sekaligus memperkuat identitas sebagai wisata sejarah.

“Saya ingin orang yang datang ke sini merasakan bagaimana kehidupan masa lalu, bagaimana kakek-nenek kita hidup. Itu pengalaman yang ingin kami tawarkan,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp