Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari, menyoroti keterbatasan jumlah dan fasilitas penyuluh kehutanan yang dinilai krusial sebagai ujung tombak pendampingan masyarakat di sektor kehutanan.
“Idealnya satu desa hutan memiliki satu penyuluh. Namun saat ini jumlahnya masih sangat terbatas, fasilitas kurang memadai, dan sistem yang berjalan masih bersifat top-down, belum berbasis kebutuhan daerah,” ujar Endang usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI di Balai Diklat Kehutanan Rumpin, Kabupaten Bogor, dalam kegiatan “Temu Penyuluh Kehutanan dan Kelompok Tani Hutan”, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, peran penyuluh sangat vital dalam memastikan keberhasilan program kehutanan berbasis masyarakat. Namun di lapangan, masih banyak kendala yang dihadapi, baik dari sisi jumlah tenaga maupun dukungan fasilitas.
Lebih lanjut, Endang mendorong penerapan sistem penghargaan (reward and punishment) bagi petani hutan yang mampu mengembangkan inovasi lokal, guna memacu produktivitas dan kreativitas di sektor tersebut.
Sebagai langkah strategis, ia juga mengusulkan penyusunan grand strategi kehutanan jangka panjang hingga 25 tahun ke depan, agar kebijakan tetap berkelanjutan meskipun terjadi pergantian kepemimpinan.
“Kita butuh strategi besar yang kuat dan berkelanjutan, agar pengelolaan hutan tidak berubah-ubah setiap ganti menteri,” tegasnya.
Selain itu, Srikandi Gerindra ini menekankan pentingnya penguatan arah kebijakan nasional melalui Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sebagai pengganti GBHN, sehingga pembangunan sektor kehutanan memiliki arah yang jelas dan konsisten.
Dalam paparannya, ia juga menyoroti luas kawasan hutan Indonesia yang dinilai belum ideal.
“Seharusnya hutan kita mencapai 30 persen dari luas wilayah, namun saat ini baru sekitar 17 persen. Ini menjadi tantangan besar yang harus kita kejar bersama,” pungkasnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, penyuluh, peneliti, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani hutan di Indonesia.