Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Abdurrahman Ahmad, menyayangkan adanya dugaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadhan di Aceh yang dinilai kurang layak atau tidak memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional. Program yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG itu seharusnya diimplementasikan dengan baik dan sesuai regulasi demi mewujudkan generasi Indonesia Emas.
“Program MBG ini sangat luar biasa. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa bisa mendapatkan asupan gizi yang layak, tanpa kesenjangan antara yang kaya dan miskin. Semua mendapatkan hak yang sama,” kata Abdurrahman, Senin (2/3/2026).
Legislator Gerindra itu menjelaskan, program MBG tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga diperuntukkan bagi ibu hamil dan lansia. Menurutnya, program tersebut sangat berdampak positif, khususnya bagi masyarakat di daerah pedalaman.
“Warga, khususnya pelajar di daerah pedalaman, sangat membutuhkan program ini. Belum tentu seminggu sekali mereka bisa makan daging. Dengan adanya MBG, kebutuhan gizi mereka bisa lebih terpenuhi,” ujarnya.
Namun demikian, Abdurrahman menegaskan para pihak yang diberi kewenangan dalam pelaksanaan program tersebut harus menjalankan amanah dengan baik dan penuh tanggung jawab.
“Jangan mencari celah untuk keuntungan semata, apalagi sampai mengakali atau menyediakan menu yang tidak sesuai standar yang sudah ditetapkan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut tidak tercoreng akibat kelalaian dalam pelaksanaannya.
“Program Pak Prabowo sudah bagus, jadi jangan kita permalukan beliau,” tambah Abdurrahman yang juga menjabat Sekretaris Gerindra Aceh.
Terkait dugaan sejumlah dapur MBG di Aceh yang tidak menyalurkan menu sesuai standar, Abdurrahman menyatakan hal itu akan menjadi catatan serius baginya sebagai legislator sekaligus pengurus DPD Gerindra Aceh untuk dilaporkan ke Satgas BGN Pusat, agar pelayanan gizi di Aceh berjalan optimal dan sesuai harapan masyarakat.
“Semoga semua pihak di Aceh dapat mendukung program ini, sehingga pemenuhan gizi generasi penerus bangsa benar-benar terwujud menuju Indonesia Emas,” tutupnya.