Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menegaskan pentingnya integrasi sektor perindustrian, penguatan UMKM, serta optimalisasi pariwisata dan ekonomi kreatif dalam mendorong transformasi ekonomi nasional. Hal itu disampaikannya saat memimpin Kunjungan Kerja Reses Komisi VII di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI, khususnya pada sektor perindustrian, pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, sarana publikasi, dan standardisasi nasional.
“Kami ingin mendapatkan gambaran langsung mengenai tantangan dan perkembangan sektor-sektor strategis di Jawa Tengah yang menjadi salah satu barometer transformasi ekonomi nasional,” ujarnya.
Sara menyoroti posisi strategis Jawa Tengah sebagai pusat pertumbuhan industri baru, terutama dengan hadirnya Kawasan Industri Terpadu Batang dan Kawasan Industri Kendal. Namun, ia menekankan pentingnya integrasi industri besar dengan rantai pasok industri kecil dan menengah (IKM) lokal agar manfaat investasi dirasakan lebih luas. Kesiapan infrastruktur utilitas seperti gas dan listrik, serta keberlanjutan kawasan industri, juga menjadi perhatian.
Di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Komisi VII memberi perhatian pada pengembangan kawasan Borobudur beserta destinasi penyangganya agar dampak ekonomi menyebar. Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi pelaku ekonomi kreatif juga ditekankan sebagai upaya meningkatkan daya saing global.
“Produk ekonomi kreatif Jawa Tengah harus memiliki perlindungan hukum yang kuat agar tidak mudah diklaim pihak lain,” tegasnya.
Terkait UMKM, Komisi VII menyoroti akses pembiayaan bagi pelaku usaha unbankable, percepatan sertifikasi halal, serta penyederhanaan perizinan melalui OSS. Selain itu, optimalisasi peran lembaga penyiaran publik seperti TVRI, RRI, dan ANTARA dinilai penting untuk mempromosikan potensi daerah.
Legislator Gerindra itu juga mengingatkan agar pertumbuhan industri tetap memperhatikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.
“Pembangunan industri dan pariwisata harus sejalan dengan penguatan ekonomi lokal dan keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya.
Kunjungan kerja tersebut dihadiri Gubernur dan jajaran Pemprov Jawa Tengah, perwakilan kementerian/lembaga, serta para pemangku kepentingan di sektor industri, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.