Kini harapan baru bagi penyelesaian Masjid Taman Sriwedari Surakarta (MTSS) mulai terlihat. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, turun langsung memastikan pihaknya akan mengawal kelanjutan pembangunan masjid yang mangkrak sejak 2021. Menurutnya, masjid tersebut merepresentasikan nilai dan identitas masyarakat setempat serta berpotensi menjadi ikon baru Kota Solo.
Masjid yang berdiri di Jalan Slamet Riyadi, Kompleks Sriwedari, Surakarta, sempat terhenti akibat kekurangan dana dan persoalan sengketa lahan. Padahal, progres fisik bangunan telah mencapai 80–85 persen. Pembangunan juga menyisakan utang kepada PT Wijaya Karya (WIKA) sebesar Rp86,4 miliar.
Abdul Wachid menegaskan, Komisi VIII DPR RI akan segera berkoordinasi dengan Wali Kota Solo untuk membahas langkah konkret penyelesaian proyek tersebut. Hal itu disampaikannya usai pertemuan dengan Pemerintah Kota Solo di Kantor Wali Kota, Jumat (20/2/2026).
“Ini rumah Allah, jangan sampai terbengkalai. Kami akan komunikasi dengan wali kota dan juga dengan pihak WIKA karena ini menyangkut BUMN,” tegasnya.
Selain itu, Komisi VIII juga membuka peluang skema pendanaan melalui kolaborasi CSR sejumlah BUMN agar sisa kebutuhan anggaran diperkirakan sekitar 50 persen dari total rencana Rp200 miliar dapat segera dipenuhi. Langkah ini diharapkan mempercepat penyelesaian pembangunan sehingga masjid bisa segera dimanfaatkan masyarakat.