Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan delegasi Republik Islam Pakistan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/02/2026). Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk semakin memperkuat kemitraan strategis di berbagai bidang, mulai dari pertahanan hingga kerja sama multilateral.

Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, menekankan kedekatan historis hubungan kedua negara yang telah terjalin bahkan sebelum masing-masing meraih kemerdekaan.

“Pakistan dan Indonesia adalah dua negara bersaudara. Secara historis, kita telah menjalin hubungan bilateral yang sangat baik. Dan saya sangat senang mengatakan bahwa hubungan antara kedua bangsa kita ini telah ada bahkan sebelum kemerdekaan kedua negara kita,” ujar Zahid usai pertemuan.

Menurut Zahid, kedua negara selama ini telah bekerja sama erat di berbagai sektor strategis. Penguatan hubungan tersebut, lanjutnya, semakin terlihat dalam beberapa bulan terakhir, terutama sejak kunjungan Presiden Prabowo ke Pakistan bulan lalu yang disebutnya sebagai titik penting dalam hubungan bilateral.

“Bulan lalu, ketika Presiden Indonesia, Yang Mulia Prabowo Subianto mengunjungi Pakistan, saya dapat mengatakan bahwa itu adalah titik balik yang signifikan dalam hubungan bilateral kita yang sudah sangat baik,” tuturnya.

Ia juga menyoroti meningkatnya intensitas kunjungan pejabat tinggi kedua negara, di antaranya Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani, serta Menteri Kesehatan Pakistan yang berkunjung ke Jakarta beberapa waktu lalu.

“Dan kita akan segera mengadakan pertemuan tingkat tinggi lainnya antara Pakistan dan Indonesia,” tambahnya.

Dalam konteks geopolitik dan kerja sama dunia Islam, Zahid menilai kolaborasi kedua negara menjadi semakin penting mengingat Indonesia dan Pakistan mewakili lebih dari seperempat populasi Muslim dunia. Terkait sektor pertahanan, ia menegaskan bahwa kerja sama berjalan sangat baik dan akan terus ditingkatkan.

“Kami telah melatih perwira Angkatan Bersenjata Indonesia dan akan terus meningkatkan kolaborasi pertahanan bilateral kami,” kata Zahid.

Selain itu, Zahid juga menyampaikan harapan besar terhadap peran Indonesia dalam forum Developing Eight (D8). Ia menegaskan kesiapan Pakistan untuk mendukung kesuksesan KTT D8 mendatang yang akan diselenggarakan di Indonesia.

“Kami berharap dapat bekerja sama dengan Indonesia untuk kesuksesan KTT mendatang di Indonesia, dan juga untuk kesuksesan D8 sebagai organisasi kerja sama di antara delapan negara berkembang,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp