Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra di Surabaya diisi dengan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga lanjut usia (lansia). Para kader turun langsung ke lingkungan permukiman untuk memastikan lansia mendapatkan layanan kesehatan dasar serta bantuan pangan yang layak.
Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya, Azhar Kahfi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional yang memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan. Kehadiran kader di tengah masyarakat, menurutnya, menjadi bukti nyata komitmen Partai Gerindra dalam kerja-kerja sosial yang berdampak langsung.
“Program cek kesehatan di puskesmas ini merupakan inisiatif dari pusat. Kami ingin memastikan para lansia di Surabaya bisa menjalani masa tua yang sehat dan tetap produktif,” ujar Azhar Kahfi saat ditemui di Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Senin (2/2/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah RW 9 RT 9 tersebut menyasar sekitar 100 orang lansia. Selain pemeriksaan kesehatan gratis, para peserta juga menerima paket sembako guna membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Azhar menilai, upaya ini perlu diperkuat dengan dukungan kebijakan daerah yang berkelanjutan.
Anggota Komisi A DPRD Surabaya itu mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk memaksimalkan pemanfaatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam mendukung program ramah lansia, termasuk menghidupkan kembali Program Permakanan yang sebelumnya pernah berjalan.
“Kami berharap Pemkot berani mengaktifkan kembali program Permakanan dengan skema yang lebih tertata. Jika dijalankan secara konsisten, Surabaya berpotensi menjadi contoh nasional dalam perlindungan gizi lansia,” tuturnya.
Menurut Azhar, lansia bukanlah beban, melainkan aset sosial yang harus dijaga dan dihormati. Karena itu, negara dan pemerintah daerah wajib hadir untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi secara layak dan bermartabat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PAC Gerindra Krembangan, Yosi Ika Maharani, menekankan pentingnya keberlanjutan bantuan makanan bagi lansia yang sudah tidak mandiri. Ia juga mengingatkan pentingnya pembaruan data penerima bantuan agar tepat sasaran.
“Pendataan ulang itu wajib dilakukan. Jangan sampai bantuan yang niatnya mulia justru salah sasaran. Kami di Gerindra berkomitmen mengawal agar bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan, tanpa tebang pilih,” tegas Yosi.
Menutup rangkaian kegiatan, Azhar Kahfi menegaskan bahwa kepedulian Partai Gerindra terhadap lansia tidak berhenti pada kegiatan simbolis semata. Ia memastikan, Gerindra akan terus mengawal kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan, kesehatan, dan perlindungan gizi warga lanjut usia secara konsisten.