Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh, menegaskan komitmen DPR RI untuk terus memperkuat diplomasi parlemen di tengah dinamika geopolitik global yang kian tidak menentu. Ia menilai tahun 2026 menjadi periode yang lebih menantang sekaligus menarik bagi kerja sama antarparlemen dunia, seiring kembali memanasnya situasi geopolitik internasional.
Menurut Husein, kondisi tersebut menuntut respons yang adaptif dari parlemen, termasuk melalui penyesuaian agenda kerja panitia kerja (panja) di lingkungan BKSAP DPR RI agar tetap relevan dengan perkembangan isu global.
“Tahun 2026 ini menjadi tahun yang lebih menantang sekaligus menarik. Kita melihat dinamika geopolitik global yang tiba-tiba kembali membara, sehingga BKSAP harus menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada,” ujar Husein saat mengikuti kegiatan BKSAP Days di Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Banten, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, pada periode sebelumnya BKSAP telah membentuk tiga panja, dengan salah satunya masih aktif hingga saat ini, yakni Panja Artificial Intelligence (AI). Ke depan, pembentukan serta fokus panja akan diselaraskan dengan isu-isu strategis global yang memiliki dampak luas bagi kepentingan nasional.
Selain penguatan kelembagaan, BKSAP DPR RI juga berkomitmen untuk tetap aktif menghadiri berbagai forum internasional berbasis undangan. Kehadiran tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya memperkuat peran parlemen dalam mendorong dialog, membangun kepercayaan, dan mencari solusi bersama di tingkat global.
“Kami akan terus berupaya hadir di forum-forum internasional. Harapannya, pada level parlemen, kita bisa berkontribusi dalam menghadirkan solusi bagi masing-masing negara sekaligus membangun kerja sama yang lebih erat di tengah ketidakpastian global,” tegasnya.
Melalui kegiatan BKSAP Days yang digelar di lingkungan kampus, Husein berharap generasi muda, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa, dapat memahami peran strategis diplomasi parlemen Indonesia dalam percaturan global, sekaligus pentingnya kolaborasi lintas negara untuk menghadapi tantangan bersama.