Anggota Komisi IV DPR RI, Sumail Abdullah

Anggota Komisi IV DPR RI, Sumail Abdullah, mengikuti kunjungan kerja reses ke Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) di Pasuruan, Jawa Timur. Dalam kunjungan tersebut, ia menekankan pentingnya penguatan riset, inovasi teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung percepatan swasembada gula nasional.

Sumail menjelaskan, P3GI yang berdiri sejak 1887 berperan vital dalam pengembangan varietas tebu unggul, inovasi teknologi pertanian, serta peningkatan kapasitas SDM bagi industri gula maupun petani tebu.

“P3GI menjadi tumpuan pengembangan varietas, teknologi, dan SDM. Ini penting agar petani mampu memproduksi gula nasional sesuai tujuan Presiden, yakni mewujudkan swasembada pangan dan kemandirian energi,” ujarnya.

Meski demikian, Sumail menyoroti sejumlah kendala, seperti luas lahan petani yang relatif sempit (0,4–0,5 hektare), panen tebu yang masih manual, serta sistem pengangkutan yang belum efisien. Hal ini berdampak pada biaya produksi tinggi dan produktivitas rendah. Keterbatasan akses pembiayaan bagi petani juga menjadi hambatan dalam mengadopsi teknologi modern.

Sumail menambahkan, Jawa Timur merupakan sentra utama produksi gula nasional dengan luas lahan sekitar 227 ribu hektare dari total 520 ribu hektare lahan tebu di Indonesia. Ia menekankan pentingnya riset varietas unggulan, karena rendemen tebu nasional masih 6–8 persen, jauh di bawah negara lain yang mencapai 12–14 persen, dengan produktivitas 60–70 ton per hektare per tahun.

Legislator Dapil Jawa Timur III ini juga menyoroti pabrik gula nasional yang sebagian besar berusia lebih dari 100 tahun. Menurutnya, revitalisasi pabrik sangat penting untuk meningkatkan efisiensi, rendemen, dan menerapkan pengolahan ramah lingkungan menuju zero waste.

“Revitalisasi pabrik gula yang tua penting agar efisiensi meningkat, limbah ditekan, dan produksi gula nasional dapat meningkat signifikan,” pungkas Sumail Abdullah.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp