Anggota Komisi IV DPR RI, Muhammad Rohid

Anggota Komisi IV DPR RI, Muhammad Rohid, terus mendorong penguatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Upaya ini diwujudkan melalui Program Bantuan Mitra Kerja Lingkungan Hidup yang digelar di Balai Desa Sungai Pinang K.27, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (30/10/2025).

Mengusung tema “Sosialisasi Pengurangan Sampah dan Pembinaan Kelompok Masyarakat,” kegiatan ini menghadirkan berbagai sarana dan prasarana pendukung pengelolaan lingkungan, di antaranya:

– 8 unit motor sampah
– 18 unit tempat sampah terpilah
– 45 unit biopori
– 18 unit komposter
– 20 unit sprayer pompa
– dan sejumlah keranjang Takakura

Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 (PSLB3) dengan mitra kerja DPR RI.

Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Rohid yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kampar dan Ketua Tidar Provinsi Riau menyerahkan secara simbolis bantuan kepada perwakilan masyarakat penerima.

Dalam sambutannya, Rohid menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta keberlanjutan lingkungan.

“Permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar Rohid.

Turut hadir dalam kegiatan ini Edi Basri (Anggota DPRD Provinsi Riau), sejumlah anggota DPC Gerindra Kampar, serta perwakilan berbagai instansi dan mitra strategis, di antaranya Ibu Raskini (Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Madya, Direktorat Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular KLHK), perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar, Frans (GM PLN Kampar), dan Wilson (GM Pertamina Riau).

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pengurangan sampah sejak dari sumbernya, serta mampu mengoptimalkan fasilitas bantuan untuk mendukung pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi sirkular di tingkat desa.

“Kami berharap bantuan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar dimanfaatkan dan dirawat oleh masyarakat demi keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Kampar,” tutup Rohid.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp