Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Kamrussamad, memberikan penilaian positif terhadap kinerja satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai arah kebijakan dan capaian pemerintahan Prabowo telah sejalan dengan amanat konstitusi, khususnya empat tujuan negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Kamrussamad menjadikan empat tujuan negara sebagai tolok ukur penilaian kinerja pemerintahan. Untuk tujuan pertama, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, ia memberikan nilai “excellent” kepada Presiden Prabowo.

“Terkait dengan tujuan pertama, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, Presiden Prabowo layak mendapatkan nilai yang excellent,” ujar Kamrussamad di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Ia menjelaskan, sektor pertahanan dan keamanan menjadi prioritas pemerintahan Prabowo, tercermin dari alokasi anggaran yang besar. Kementerian Pertahanan memperoleh Rp247,5 triliun (Outlook 2025) untuk modernisasi alat utama sistem senjata (Alutsista), termasuk pembelian jet tempur Dassault Rafale, kapal fregat Fremm Class, kapal selam Scorpene, dan rudal Khan.

Sementara itu, Polri memperoleh anggaran Rp138,5 triliun yang diarahkan pada modernisasi alat material khusus (Almatsus) serta peningkatan sarana dan prasarana pendukung keamanan.

Kamrussamad juga menyoroti keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional, termasuk penyelenggaraan Pilkada serentak 2024 di 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota, serta keberhasilan mengevakuasi WNI korban TPPO di luar negeri, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Untuk tujuan kedua, memajukan kesejahteraan umum, Kamrussamad menilai pemerintah menunjukkan hasil konkret. Pertumbuhan ekonomi stabil di kisaran 5%, bahkan mencapai 5,12% pada triwulan II-2025, ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, serta kinerja sektor pertanian, transportasi, dan jasa.

Tingkat kemiskinan juga turun signifikan dari 25,22 juta orang (9,03%) pada Maret 2024 menjadi 23,85 juta orang pada Maret 2025, atau berkurang 1,37 juta jiwa.

“Penurunan kemiskinan ini didorong oleh kuatnya sektor pertanian, penciptaan 3,59 juta lapangan kerja, meningkatnya daya beli, dan penebalan program perlindungan sosial seperti PKH, BPNT, PBI JKN, dan BSU,” jelasnya.

Pemerintah juga meningkatkan anggaran kesehatan, ketahanan pangan, dan infrastruktur. Di sisi lain, program penguatan ekonomi desa melalui rencana pendirian 80 ribu koperasi desa/kelurahan menjadi langkah strategis dalam pemerataan ekonomi.

Untuk tujuan ketiga, mencerdaskan kehidupan bangsa, Kamrussamad menyoroti keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau 31,2 juta penerima manfaat hingga Oktober 2025. Ia juga mencatat berdirinya 165 unit Sekolah Rakyat dan 16 Sekolah Unggul Garuda, disertai peningkatan kesejahteraan guru.

“Alokasi pendidikan sebesar 20 persen dari APBN telah terealisasi dengan baik, dengan belanja pendidikan mencapai Rp411,7 triliun hingga September 2025,” ujar Kamrussamad.

Sementara itu, untuk tujuan keempat, ikut melaksanakan ketertiban dunia, ia menilai Presiden Prabowo berhasil mengembalikan kejayaan diplomasi Indonesia di kancah global.

“Presiden Prabowo berkontribusi besar dalam mewujudkan perdamaian di Gaza, melalui pidato tegas di Sidang Umum PBB, partisipasi pada KTT Perdamaian di Sharm El-Sheikh, serta pengiriman bantuan kemanusiaan ke Palestina,” ungkap Kamrussamad.

Selain itu, keanggotaan penuh Indonesia dalam BRICS (Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) disebutnya sebagai capaian strategis yang membuka peluang pasar, memperluas hubungan dagang, dan memperkuat akses pendanaan melalui New Development Bank (NDB).

“Langkah ini menunjukkan arah politik luar negeri Indonesia yang berdaulat dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” tutup Kamrussamad.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp