DPC Gerindra Surabaya

Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, menyebut generasi muda khususnya mahasiswa dan Gen-Z sebagai lokomotif penggerak semangat kebangsaan Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Cahyo saat menjadi pembicara dalam diskusi bertema “Ngulik Legislasi: Suara Muda untuk Legislasi Kritis dan Peduli” bersama mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR), Minggu (19/10/2025).

“Pemuda adalah lokomotif penggerak semangat kebangsaan Indonesia. Sejak masa perjuangan kemerdekaan, peran pemuda selalu menjadi kunci, dan semangat itu harus terus hidup di generasi sekarang,” ujar Cahyo.

Cahyo menilai mahasiswa dan Gen-Z bukan sekadar pewaris masa depan, tetapi juga aktor intelektual pembangunan bangsa yang berperan penting dalam mewujudkan cita-cita nasional sesuai Pancasila dan UUD 1945.

Menurut dia, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan Indonesia ke depan.

“Kita tidak hanya bicara soal proses elektoral meski jumlah pemilih ke depan didominasi Gen-Z dan milenial tetapi tentang bagaimana pemuda tetap menjadi garda terdepan penggerak semangat kebangsaan,” tuturnya.

Cahyo menegaskan, tujuan nasional seperti melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan dan keadilan sosial, tidak mungkin tercapai tanpa partisipasi aktif generasi muda.

“Kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan semangat idealisme, nalar kritis, dan tanggung jawab sosial dari teman-teman mahasiswa,” jelasnya.

Sebagai Anggota DPRD Jawa Timur, Cahyo juga menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa dan lembaga legislatif dalam memperkuat kebijakan publik. Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga mitra kritis dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah.

“Kami di DPRD terbuka terhadap masukan mahasiswa. Kami ingin mereka menjadi mitra kami dalam memastikan kebijakan publik berpihak pada masyarakat dan masa depan generasi muda,” ucap politisi muda Gerindra itu.

Cahyo menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam proses legislasi bukan hanya simbol partisipasi, tetapi bentuk nyata demokrasi yang sehat. DPRD Jawa Timur, kata dia, aktif menjalin komunikasi dengan kampus dan organisasi kepemudaan dalam penyusunan program legislasi daerah (Prolegda).

“Kolaborasi antara legislatif dan mahasiswa harus terus dijaga. Dari ruang-ruang diskusi seperti inilah lahir gagasan-gagasan besar untuk kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp