Presiden RI Prabowo Subianto berpesan kepada generasi muda untuk berani menjadi pemimpin yang amanah dan mencintai rakyatnya. Ia menegaskan agar tidak takut kepada koruptor, sekaligus selalu memiliki rasa belas kasih terhadap rakyat.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya saat menghadiri Sidang Senat Pengukuhan Mahasiswa Baru dan Wisuda Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Trans Convention Bandung, Sabtu (18/10/2025).
Dalam sambutannya, Prabowo menjelaskan bahwa kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat membutuhkan keberanian untuk mengambil keputusan dan menjalankan program yang konkret. Salah satu contoh nyata, kata dia, adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 36 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Program tersebut juga telah menyerap ratusan ribu tenaga kerja di 12.205 dapur MBG, sekaligus memberdayakan petani, nelayan, dan pelaku UMKM untuk memasok bahan baku ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Ini prestasi yang tidak kecil. Kita sekarang sedang dibicarakan di dunia internasional,” ujar Prabowo.
Presiden menegaskan dirinya selalu memprioritaskan kepentingan rakyat diatas segalanya. Berapapun anggaran yang dibutuhkan, kata Prabowo, akan didukung penuh selama digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Namun, ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba bermain-main dengan amanah tersebut.
“Kalau ada satu dua nakal, saya peringati. Masih nakal, masih gak mau dengar, tiga kali saya ingatkan, apa boleh buat reshuffle, harus diganti,” tegasnya.
Prabowo menambahkan, pejabat yang tidak mampu bekerja atau menyalahgunakan kepercayaan tidak layak untuk dikasihani.
“Tidak boleh ada rasa kasihan. Yang kasihan itu rakyat Indonesia. Saya gak apa-apa dibenci, asal rakyat saya tidak dibenci,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan seluruh jajarannya untuk berhati-hati dalam mengelola anggaran, terutama untuk program-program kesejahteraan masyarakat. Presiden menegaskan tidak akan memberi toleransi sedikitpun terhadap praktik penyelewengan.
“Kalau maling-maling, manipulator, penipu-penipu serakah saya beri peringatan: hati-hati. Saya akan hadapi koruptor-koruptor itu. Saya yakin rakyat Indonesia di belakang saya,” tutupnya.