Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti, menyambut positif langkah Kemendagri yang memperkenalkan Sistem Informasi Growth Wilayah (SIGROW), sebuah instrumen untuk memantau, mengawal, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Azis menyoroti empat poin penting terkait pembinaan daerah, penguatan koordinasi anggaran, hingga pengendalian inflasi.
Ia memberikan apresiasi atas upaya progresif pemerintah pusat.
“Saya mengapresiasi kerja progresif pemerintah pusat dalam membina daerah, terutama terkait aktivitas ekonomi,” ujarnya di Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Azis menekankan pentingnya peran Kemendagri dalam memberikan bimbingan lebih mendalam di lapangan.
“Pemerintah pusat melalui Kemendagri harus mampu membedah persoalan di daerah, terutama pengelolaan daerah untuk meningkatkan kemandirian perekonomian. Dengan bertambahnya wakil menteri dan direktorat jenderal terkait pembinaan daerah maupun desa, Kemendagri dapat bekerja detil bersama pemda, menuntun kebijakan sesuai kebutuhan daerah, dan mencarikan terobosan baru dalam pengembangan wilayah,” jelasnya.
Terkait optimalisasi Transfer Keuangan Daerah (TKD), Azis menekankan pentingnya sinkronisasi jadwal dan komitmen pencairan.
“Dana TKD dari pusat harus dimanfaatkan secara optimal. Kemendagri perlu berkomunikasi jelas dengan Kementerian Keuangan terkait mandatory spending dan jadwal pencairan agar pemda tidak terus menghadapi persoalan yang sama setiap tahun,” ucapnya.
Azis juga menyoroti pengendalian inflasi melalui data pasar yang nyata dan bersifat prediktif.
“Daerah harus didorong memiliki data riil kebutuhan bahan pokok di setiap pasar, serta mengefektifkan kerja dinas perdagangan dan lembaga terkait. Data ini tidak hanya untuk memantau, tetapi juga untuk memprediksi kebutuhan ke depan sehingga mitigasi dapat dilakukan dengan tepat,” pungkas Politisi Fraksi Gerindra ini.