Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ambruknya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, yang menewaskan puluhan orang.

“Apa yang terjadi di Ponpes Al Khoziny merupakan peristiwa yang sangat memprihatinkan dan memilukan kita semua, karena memakan korban begitu banyak,” ujar Muzani di Kantor BPK, Jakarta Pusat, Selasa (7/10/2025).

Muzani menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban dan berharap para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini,” katanya.

Ia menekankan pentingnya menjadikan insiden ini sebagai pelajaran berharga bagi seluruh pengelola lembaga pendidikan, baik keagamaan maupun umum, untuk memastikan keamanan dan standar konstruksi bangunan.

“Bangunan yang memenuhi standar konstruksi sangat penting bagi keselamatan para siswa, santri, maupun mahasiswa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Muzani mendorong aparat kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab runtuhnya bangunan tersebut agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Kami percaya kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyidikan dan pengusutan secara menyeluruh, agar peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi para penyelenggara pendidikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, proses pembersihan puing bangunan musala Ponpes Al Khoziny telah rampung pada Selasa (7/10/2025) dini hari. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan seluruh puing telah diratakan dan operasi Search and Rescue (SAR) di bawah koordinasi Basarnas dinyatakan selesai.

Dari hasil operasi tersebut ditemukan 61 jenazah dan tujuh potongan bagian tubuh yang masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

“Alhamdulillah sekarang lokasi sudah rata, dan total ditemukan 61 korban jiwa,” ujar Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp