Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad, menekankan pentingnya langkah strategis pemerintah dalam mengurangi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta beban utang jangka panjang. Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri Keuangan terkait Pengantar Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kemenkeu Tahun 2026 di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta.
Kamrussamad mengingatkan pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Nota Keuangan pada 15 Agustus lalu yang berharap APBN Indonesia suatu saat dapat disusun dengan defisit 0 persen. Menurutnya, hal tersebut menjadi tantangan sekaligus amanat bagi Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan yang baru.
“Artinya, selaku Menteri Keuangan yang baru, saya menitipkan harapan untuk lebih awal menyusun desain, skenario sehingga pengurangan defisit APBN di tahun-tahun mendatang bisa dipersiapkan sejak dini,” ujar Kamrussamad, Rabu (10/9/2025).
Ia juga menyoroti besarnya beban utang negara yang jatuh tempo setiap tahun. Kondisi ini, lanjutnya, menuntut strategi jangka menengah dan panjang agar rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dapat ditekan secara bertahap.
“Ini momen yang tepat bagi Menteri Keuangan untuk menyusun skenario pengurangan serta penyelesaian utang. Alangkah baiknya jika di awal kepemimpinan ini Bapak bisa mengumumkan skenario itu kepada publik, sehingga ada kesempatan bersama memikirkan langkah mengurangi rasio utang terhadap PDB,” tegasnya.
Kamrussamad berharap Menkeu baru dapat menyiapkan langkah-langkah terukur, tidak hanya menjaga stabilitas fiskal, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara.