Suasana duka menyelimuti Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, setelah bangunan Majelis Taklim Asobiyah roboh saat peringatan Maulid Nabi, Minggu (7/9/2025). Acara yang seharusnya menjadi momentum kebersamaan umat berakhir dengan tragedi memilukan.
Menurut data Pemerintah Desa Sukamakmur, insiden ini menewaskan empat orang dan menyebabkan 127 orang luka-luka, dengan total 131 orang terdampak. Korban meninggal sempat dirawat di RS Medika Dramaga, RS PMI, dan RS UMMI Bogor. Mereka adalah Irni Susanti, Ulan, Nurhayati, dan Yuli.
Kepanikan sempat mewarnai lokasi kejadian. Teriakan minta tolong bercampur tangisan anak-anak terdengar ketika bangunan roboh mendadak. Warga setempat berusaha mengevakuasi korban dengan peralatan seadanya hingga bantuan TNI, Polri, Damkar, PMI, dan relawan tiba di lokasi.
Camat Ciomas, Drs. Tirta Juwarta, menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi ketika lebih dari 150 jamaah tengah mengikuti pengajian.
“Kejadiannya sangat cepat. Bangunan bergetar lalu ambruk karena tidak kuat menahan beban,” ujarnya.
Peristiwa nahas ini mendapat perhatian dari Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Marlyn Maisarah, yang hadir langsung bersama Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Nurunnisa Setiawan. Dalam kunjungan tersebut, Marlyn menyampaikan belasungkawa dan menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia.
“Dengan penuh rasa duka, kami turut berbelasungkawa atas musibah ini. InsyaAllah kami bersama pemerintah akan mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Mari kita doakan para korban meninggal diterima di sisi Allah SWT,” kata Marlyn.
Marlyn menegaskan bahwa tragedi ini menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan dalam pembangunan fasilitas publik, khususnya tempat ibadah yang kerap dipakai untuk kegiatan massal. Ia mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memperketat pengawasan bangunan serta memastikan adanya mitigasi risiko yang memadai.
Sementara itu, Pemkab Bogor bergerak cepat dengan menunjuk sejumlah rumah sakit sebagai rujukan penanganan korban, serta menanggung biaya perawatan dan pemulasaraan. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga korban sekaligus menunjukkan komitmen negara hadir dalam setiap bencana.
Peristiwa robohnya Majelis Taklim Asobiyah ini menjadi pelajaran berharga agar setiap pembangunan gedung kedepan benar-benar memperhatikan aspek teknis, kapasitas, dan standar keselamatan. Dengan begitu, masyarakat dapat menjalankan kegiatan keagamaan dengan khusyuk dan aman tanpa rasa khawatir.