Komisi XII DPR RI menyoroti meningkatnya angka kecelakaan kerja di kawasan industri PT Obsidian Stainless Steel (PT OSS) pada tahun 2025. Berdasarkan data yang diterima, hingga pertengahan tahun ini tercatat telah terjadi 13 kasus kecelakaan kerja, termasuk satu insiden terbaru yang dilaporkan pada hari ini.
Anggota Komisi XII DPR RI, Rocky Candra, yang memimpin kunjungan spesifik ke Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (11/7/2025), menyatakan keprihatinannya dan menuntut penjelasan resmi dari manajemen perusahaan.
“Kami meminta keterangan resmi dari PT OSS terkait langkah-langkah konkret yang telah dilakukan untuk menjamin keselamatan para pekerja,” tegas Rocky.
Dalam keterangannya, manajemen PT OSS menyebut bahwa sebagian kecelakaan disebabkan oleh kesalahan manusia (human error). Namun, Rocky menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak bisa dijadikan alasan yang dapat diterima begitu saja.
“Saya sudah sampaikan secara langsung, saya tidak menerima penjelasan itu. Standar keselamatan kerja berlaku universal di seluruh perusahaan di Indonesia baik itu PT OSS, PT VDNI, IWIP, IMIP, Freeport, maupun kawasan industri lainnya,” ujarnya dengan tegas.
Politisi Partai Gerindra ini menilai, tingginya jumlah kecelakaan menjadi indikasi adanya kelemahan dalam sistem manajemen keselamatan kerja perusahaan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pembinaan dan perlindungan khusus bagi tenaga kerja lokal, terutama dari masyarakat sekitar.
“Pekerja lokal harus mendapatkan pelatihan yang memadai dan perlindungan yang optimal,” tambahnya.
Rocky memastikan bahwa persoalan ini akan dibahas lebih lanjut dalam rapat Komisi XII DPR RI. Pihaknya juga akan meminta sikap resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan dan mendorong evaluasi menyeluruh melalui Panitia Kerja (Panja) Minerba.