Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, memberikan bantuan kepada Hengki Syaputra, warga Padang Pariaman, yang mengalami kebutaan diduga setelah menjalani pencabutan gigi. Bantuan ini diberikan untuk meringankan beban ekonomi keluarga Hengki, yang kini tengah menjadi perhatian publik.

“Kami kirim tim untuk menyerahkan bantuan. Soal kasusnya di Polres juga akan kami pantau. Pengobatan lanjutan nanti akan kami bantu lagi,” ujar Andre, Kamis (10/7/2025).

Andre juga langsung menghubungi Kapolres Pariaman guna meminta penjelasan mengenai penanganan kasus yang dilaporkan keluarga Hengki.

Masalah yang menimpa Hengki bermula pada 4 Oktober 2021, saat ia mencabut gigi di ASIR Dental Care, Kelurahan Jawi-jawi II, Kecamatan Pariaman Tengah. Setelah tindakan pencabutan gigi dilakukan, Hengki mengalami pendarahan hebat dan demam. Beberapa waktu kemudian, penglihatannya mulai terganggu dan perlahan-lahan memburuk hingga buta total.

“Ia merasa terganggu karena gigi tumbuh di langit-langit mulut. Setelah dicabut, darah keluar sangat banyak. Lalu mulai demam dan mata bermasalah,” kata Nurhasni, ibu Hengki.

Pihak keluarga sempat meminta pertanggungjawaban klinik. Namun, menurut Nurhasni, respons yang diberikan tidak sebanding dengan penderitaan anaknya.

“Awalnya diberi Rp 300 ribu, lalu Rp 200 ribu sebulan. Tapi setelah itu komunikasi terputus, nomor saya diblokir,” ungkapnya.

Nurhasni kemudian melapor ke Polres Pariaman, namun proses penyelidikan kasus ini dihentikan. Dalam SP2HP tertanggal 28 Mei 2025, disebutkan bahwa tak ditemukan unsur pidana dalam kasus tersebut.

“Saya hanya minta keadilan. Anak saya cuma satu. Sejak dia buta, hidup kami serasa hampa,” tutur Nurhasni dengan haru.

Bantuan diserahkan langsung oleh tim Andre Rosiade yang terdiri dari Wakil Sekretaris DPD Gerindra Sumbar Zulkifli, Wakil Bendahara Rina Shintya Ningsih dan Felda Yurnawati, serta Syabri Yulizar. Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 10 juta diberikan langsung ke rumah Hengki di Korong Koto Tabang, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.

“Semoga bantuan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan dasar dan pengobatan Hengki,” kata Zulkifli.

Hengki yang sebelumnya membuka bengkel kini tidak lagi bisa bekerja dan menggantungkan hidup pada ibunya. Ia hanya berharap satu hal: bisa melihat kembali.

“Saya cuma ingin membahagiakan ibu saya. Tapi sekarang saya tidak bisa melihat lagi,” ucap Hengki lirih.

Sementara itu, drg. Rini Susilawati Risman dari ASIR Dental Care membantah telah melakukan malpraktik.

“Kasus ini sudah digelar di Polres pada Februari 2025 dan saya dinyatakan tidak bersalah. Tidak ada malpraktik,” ujarnya dalam wawancara di TVOne.

Ia juga menyebut, tidak ada hubungan anatomi antara saraf gigi dan saraf mata yang bisa menyebabkan kebutaan karena pencabutan gigi.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp