Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Rany Mauliani, mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kontraktor yang mengerjakan proyek rehabilitasi total bangunan sekolah negeri di Jakarta.
Desakan ini disampaikan setelah ia melakukan peninjauan langsung ke lapangan dan menemukan banyak bangunan sekolah yang belum layak digunakan.
“Bangunan-bangunan ini disebut sudah selesai, tapi kenyataannya masih ada yang bocor, saluran pembuangan bermasalah, toilet tergenang air, bahkan ada tembok yang sudah retak. Ini tidak bisa dibiarkan,” kata Rany, Sabtu (31/5/2025).
Rany mengungkapkan, sejumlah sekolah yang ditemukan bermasalah antara lain: SDN 05 Grogol, SDN 04 Kembangan Utara Pagi, SMPN 291 Jakarta, SDN Duri Pulo, dan SDN Cikini.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan hanya mencerminkan buruknya mutu pembangunan, tetapi juga membahayakan keselamatan siswa.
“Bangunan seperti ini bisa menjadi ancaman nyata bagi anak-anak kita saat belajar di sekolah,” ujarnya.
“Kalau sampai terjadi kecelakaan, dampaknya bisa serius. Ini adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Rany juga meminta Dinas Pendidikan serta instansi terkait untuk segera mengevaluasi kinerja kontraktor pelaksana dan memastikan seluruh bangunan diperbaiki sesuai standar kelayakan sebelum digunakan.
“Sekolah-sekolah ini memang bukan untuk anak kita sendiri, tapi ada anak-anak orang lain yang menuntut ilmu di sana. Kita tidak boleh menutup mata,” pungkasnya.