Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sintang yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sintang, Sandan, melontarkan kritik keras terhadap lambannya pelayanan BPJS Kesehatan, khususnya terhadap pasien rujukan dari daerah.
Menurut Sandan, sistem manajemen di RSUD dr. Soedarso Pontianak perlu dievaluasi secara menyeluruh karena dinilai sering merugikan pasien, terutama yang berasal dari daerah terpencil.
Ia menyoroti kasus Paulina Herlina Wati (41), warga Sintang yang dirujuk ke RSUD Soedarso sejak 5 Mei 2025. Namun, setelah menjalani pemeriksaan, rumah sakit baru menjadwalkan operasi pada 12 Agustus mendatang lebih dari dua bulan kemudian.
“Kalau melihat kondisinya sekarang, sangat tidak masuk akal bila harus menunggu sampai 12 Agustus. Ini bukan lagi menolong orang sakit, tapi membiarkan mereka dalam risiko kematian,” tegas, Rabu (22/5/2025).
Sandan juga mempertanyakan adanya perlakuan berbeda antara pasien umum dan pasien BPJS. Menurutnya, pasien umum sering mendapat pelayanan lebih cepat, sedangkan pasien BPJS harus menunggu lama meski seluruh biaya perawatan ditanggung negara.
“Kalau seperti ini terus, untuk apa negara membayar iuran BPJS? Pasien BPJS seolah-olah menjadi warga kelas dua. Ini sangat tidak adil,” tambahnya.
Ia mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, khususnya Dinas Kesehatan dan Gubernur, untuk segera mengevaluasi sistem manajemen RSUD Soedarso. Sandan mengingatkan bahwa kejadian seperti ini bukan yang pertama.
Ia mencontohkan kasus almarhum Pak Suaner dari Desa Sake, Kecamatan Ambalau, yang meninggal dunia setelah dirujuk dan dirawat di RSUD Soedarso.
“Beliau berangkat dalam kondisi sehat, tapi pulang dalam peti mati. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.
Sandan menegaskan bahwa ia bertanggung jawab penuh atas semua pernyataannya. Ia juga menyebut bahwa pasien yang dimaksud, Paulina, saat ini masih berada di rumahnya di Pontianak, menunggu jadwal operasi.
“Kita tidak ingin pasien yang seharusnya bisa sembuh malah tidak tertolong hanya karena sistem yang buruk. Bayangkan, harus menunggu dua bulan untuk operasi. Ini menyangkut nyawa manusia,” tutupnya.