Anggota Komisi IV DPR RI, Dwita Ria Gunadi memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan Badan Karantina Indonesia (Barantin) dalam memperkuat perkarantinaan melalui digitalisasi untuk memaksimalkan manajemen pelayanan berbasis pre-border.
Dengan adanya layanan yang terpadu dan terpercaya ini, Barantin diperkirakan akan mengalami peningkatan kualitas layanan sehingga sejajar dengan standar karantina negara-negara lain.
Srikandi dari Partai Gerindra ini mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh lembaga pimpinan Sahat Manaor Panggabean.
“Barantin saat ini merupakan kekuatan dan garda terdepan bangsa Indonesia dalam menjaga keamanan dan ketahanan pangan,” ujarnya di Jakarta, Senin (9/9/2024).
Dwita menyadari bahwa tantangan yang dihadapi Barantin semakin kompleks. Barantin perlu mengkonsolidasikan peningkatan kualitas dan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghindari pelayanan perkarantinaan yang lambat dan berbelit di pintu lintasan border.
“Namun, dengan penerapan sistem informasi karantina yang terintegrasi, akses bagi masyarakat, pelaku usaha, serta negara-negara mitra akan semakin mudah,” tambahnya.
Dwita juga mengusulkan agar pemeriksaan perkarantinaan dilakukan hanya sekali, baik di tempat asal maupun di tempat tujuan, untuk menghindari duplikasi pengecekan.
Selain itu, Dwita mendukung permintaan tambahan anggaran yang diajukan Barantin untuk tahun 2025. Dukungan anggaran ini sangat penting mengingat 52 persen dari alat laboratorium di Barantin telah berusia lebih dari 10 tahun dan belum dilakukan pembaharuan terhadap alat-alat penunjang teknik metodologi.
“Revitalisasi alat laboratorium sangat penting untuk keberlanjutan dan efektivitas karantina,” pungkasnya.