Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi dan Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM, menegaskan pentingnya upaya penurunan stunting di pedesaan.
Menurut SAH, masih banyak wilayah di pedesaan yang menghadapi masalah stunting, dengan banyak balita mengalami kekurangan gizi dan ibu hamil yang belum sepenuhnya memperhatikan kesehatan kandungannya.
Stunting merupakan salah satu dari lima prioritas nasional dalam bidang kesehatan. Masalah ini disebabkan oleh berbagai faktor, tidak hanya terbatas pada gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil atau anak balita.
“Stunting tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Intervensi yang paling efektif untuk mengurangi prevalensi stunting adalah pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Upaya ini memerlukan konvergensi program dan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat, terutama di wilayah perdesaan,” ungkapnya, Jumat (6/9/2024).
Percepatan penurunan stunting merupakan salah satu program prioritas nasional sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Melalui Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, target penurunan stunting ditetapkan sebesar 14% pada tahun 2024. Namun, pada tahun 2023, prevalensi stunting masih mencapai 21,5 persen.
Untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat, SAH menjelaskan bahwa Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengadakan sosialisasi mengenai konsumsi pangan yang “Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman.”
Program Desa B2SA diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi stunting di kawasan pedesaan dengan mendukung percepatan penurunan stunting dan meningkatkan pola konsumsi pangan masyarakat.