Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta baru-baru ini memberhentikan sekitar 107 guru honorer pada awal tahun ajaran baru. Gerindra DKI Jakarta meminta agar Disdik tidak langsung memecat para guru honorer tersebut.

Wakil Ketua DPRD DKI dari Gerindra, Rani Mauliani, merasa aneh dengan langkah Disdik yang tiba-tiba melakukan pembersihan terhadap guru honorer.

“Waduh, ini tidak sesuai aturan. Kenapa baru sekarang? Kenapa hal-hal seperti ini tidak terdeteksi lebih awal, terutama karena ini berkaitan dengan kehidupan orang?” ujar Rani, Senin (15/7/2024).

Rani menekankan bahwa seharusnya Disdik mengambil pendekatan yang lebih manusiawi. Ia menyarankan agar tidak langsung memecat guru honorer yang sebenarnya masih dibutuhkan oleh sekolah.

“Harus ada langkah-langkah yang lebih manusiawi sebelum memecat. Jika sekolah tidak membutuhkan guru honorer, kenapa mereka diangkat atau dipertahankan? Apalagi jika tidak ada koordinasi dengan Disdik,” tambahnya.

“Jika guru honorer dibutuhkan, itu juga menunjukkan bahwa sekolah memerlukan tambahan tenaga pengajar,” lanjut Rani.

Rani juga menyoroti manajemen di Dinas Pendidikan, mengingat pentingnya mempertimbangkan nasib guru honorer yang terkena pemecatan.

“Ini menyangkut nasib banyak orang. Bagaimana sistem pendidikan bisa baik jika manajerial internal masih banyak yang perlu dibenahi? Jangan berbicara dengan enteng tanpa memikirkan bagaimana masa depan honorer yang terkena dampak pembersihan ini,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp