Search
Close this search box.

Fadli Zon Dukung RI-Brunei-Malaysia-Filipina Bentuk Forum Parlemen

Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon mendukung rencana pembentukan forum parlemen dari keempat negara yang mendirikan forum sub-regional Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Filipina East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA).

Parlemen dari keempat negara akan membentuk Forum Parlemen BIMP-EAGA dengan pertemuan pertama tahun 2024 di Filipina.

“Forum parlemen BIMP-EAGA didirikan sebagai sebuah strategi bersama untuk mempercepat pembangunan sosial ekonomi di daerah mereka yang kurang berkembang dan terpencil secara geografis,” kata Fadli Zon, dikutip dari detiknews, Selasa (08/08/2023).

“Prakarsa tersebut juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan perdagangan, investasi, dan pariwisata melalui rute pelayaran intra-wilayah baru dan jaringan udara serta proyek interkoneksi listrik. Bidang kerja sama utama lainnya termasuk agribisnis, pariwisata, lingkungan, dan pendidikan sosial budaya,” sambungnya.

Waketum Gerindra ini menerangkan, forum antara pemerintah yang diwakili menteri perekonomian masing-masing negara tersebut, dirasa perlu memiliki mitra bicara dari parlemen.

“Apalagi dengan fungsi parlemen seperti legislasi, anggaran dan pengawasan yang penting dalam rangka mendukung implementasi agenda BIMP-EAGA di lingkup nasional masing-masing negara anggota,” terangnya.

Fadli Zon menyebut, pendirian Forum Parlemen BIMP-EAGA ini muncul di sela-sela Sidang Umum AIPA ke-44 di Jakarta, pada 5-10 Agustus 2023, dia menyampaikan dukungannya terhadap usulan untuk membentuk Forum Parlemen BIMP-EAGA (BEPF).

Menurut Fadli Zon, pembentukan BEPF sangat kontekstual dan relevan dengan situasi kawasan saat ini. Dia berharap kehadiran BEPF mampu memberikan dorongan bagi peningkatan ekonomi dan pembangunan pasca pandemi.

Fadli Zon juga menyampaikan ke depan BEPF berfokus meningkatkan konektivitas di antara negara anggota, pemulihan sektor pariwisata, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan akses pada sumber energi di kawasan, peningkatan rantai-pasok untuk komoditas utama pertanian dan perikanan, serta pembangunan berkelanjutan dan penyiapan sumber daya manusia dalam rangka menunjang perkembangan ekonomi dan industri hijau.

“Dorongan politik dan ketersediaan legislasi sebagai penunjang dari parlemen, sangat dibutuhkan dalam realisasi fokus-fokus tersebut. Kita perlu mendorong komunikasi lebih lanjut antar parlemen Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Filipina dalam rangka mempersiapkan pertemuan pertama BEPF yang direncanakan akan dilaksanakan di Davao City, Filipina tahun depan”, pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp