Search
Close this search box.

Anwar Sadad: Politik Itu Penjaga Agama

Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad, menyampaikan bahwa politik atau kekuasaan adalah bagian dari agama. Mengutip Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali, menurut Sadad dalam Islam agama adalah hal yang pokok. Sementara politik adalah instrumen untuk menjaga agama.

“Agama itu pokok, sedang kekuasaan adalah penjaganya,” kata Sadad saat berbicara di acara Tadarus Politik Milenial di GOR Darul Lughoh wal Karomah Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Rabu kemarin, dikutip Viva Jatim pada Kamis, (30/03/2023).

Dengan pemahaman seperti itu, maka bisa dibedakan apa yang dimaksud politik pragmatis dan apa yang dimaksud politik partisipatif. Menurut Sadad, politik partisipatif meniscayakan adanya ruang akomodatif terhadap kepentingan masyarakat.

“Oleh sebab itu, saya tekankan pada adik-adik semua, politik itu adalah cara untuk menjaga agama kita, karenanya mereka yang kita pilih haruslah orang yang benar-benar bisa menjaga agama kita,” ucap Sadad.

Program Tadarus Politik Milenial adalah kegiatan yang dibuat DPD Gerindra Jatim selama bulan Ramadan. Sasarannya para santri di seluruh Jawa Timur. Karena itu program ini ditempatkan di sejumlah pesantren dengan cara digilir. Nah, keliling mengikuti program ini, Ketua Gerindra Jatim Anwar Sadad serasa pulang ke rumah.

“Saya kalau ketemu santri dan ke pesantren, seakan pulang ke rumah, sebab saya pernah duduk dan belajar di lembaga yang sama dengan adik-adik sekalian,” kata Sadad.

“Oleh sebab itu, saya sangat yakin yang akan menggantikan saya di posisi saat ini adalah dari kalangan santri,” ucapnya.

Di hadapan para santri, Sadad memaparkan bahwa pemilihan umum yang akan datang akan diikuti oleh para anak-anak muda atau kalangan milenial. Karena itu nasib bangsa Indonesia ke depan di tangan mereka.

Anwar Sadad juga merasa senang bisa berdiskusi dengan santri, karena mereka telah dibekali dengan pemahaman agama yang mendalam. “Jangan berkecil hati. Dengan belajar yang rajin dan semangat yang luar biasa, saya yakin kaum santri bisa mendapatkan tempat di masyarakat dan bukan tidak mungkin menjadi pemimpian untuk masyarakat,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp