Search
Close this search box.

Rani Mauliani Minta Pemprov DKI Cari Akar Masalah Ratusan RT Kebanjiran

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Rani Mauliani, meminta Pemprov melakukan investigasi dan evaluasi terkait banjir yang terjadi di ratusan RT. Rani menilai akar masalah penyebab banjir di ratusan titik ini perlu dicari.

“Sebaiknya pihak Pemprov bersama SKPD terkait terus melakukan investigasi maupun evaluasi menemukan akar masalah dari penyebab air tergenang, terutama yang berada di kawasan pemukiman warga,” tuturnya saat dihubungi, Senin (27/2/2023).

Rani memahami curah hujan beberapa hari belakangan meningkat. Menurutnya cuaca pun sulit diprediksi.

Ya memang harus kita akui bersama curah hujan yang cukup tinggi dan sulit diprediksi intensitasnya belakangan ini, khususnya di Jakarta. Karena sepertinya cuaca ekstrem tidak menentu ini pun terjadi di beberapa wilayah Indonesia,” ucap Rani.

Namun karena masalah utama di Ibu Kota adalah banjir, maka menurutnya Pemprov DKI harus memprioritaskan dan fokus dalam hal pencegahan dan penanggulangan. Dia juga berpendapat cara penanganan banjir di berbagai wilayah Ibu Kota berbeda-beda.

“Banjir masih jadi masalah utama yang harus menjadi prioritas perhatian Pemprov. Walaupun segala upaya antisipasi sudah terus diupayakan sejak bulan-bulan terakhir di tahun 2022, karena biasanya kendala banjir ini terjadi di awal-awal tahun dan memang ada juga beberapa wilayah yang tergenang banjir,” ujar Rani.

“Butuh waktu untuk dapat surut dengan sendiri, bahkan ada juga yang memerlukan bantuan mesin penyedot air biasanya untuk dapat membuat surut suatu wilayah tergenang,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya BPBD DKI melaporkan kondisi terbaru banjir di wilayah DKI Jakarta. Satu ruas jalan dan 100 RT di Jakarta masih tergenang.

Laporan itu diperbarui BPBD DKI Senin (27/2) pukul 19.00 WIB. Data sebelumnya, tercatat 4 ruas jalan dan 118 RT tergenang.

“BPBD mencatat genangan yang sebelumnya terjadi di 4 ruas jalan dan 118 RT, saat ini menjadi 1 ruas jalan tergenang dan 100 RT atau 0,328 % dari 30.470 RT yang ada di wilayah DKI Jakarta,” tulis BPBD DKI.

Facebook
Twitter
WhatsApp