Search
Close this search box.

Berhasil Wisuda 36 Anak Dhuafa Menjadi Penghafal Qur’an, HAB: Ingin Dirikan Pesantren Gratis

Istana Tahfidz Fastabiqul Khairat mewisuda 36 anak kurang mampu menjadi Tahfidzul Qur’an di Kota pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (16/10/2022).

Dalam kesempatan itu, Pembina Istana Tahfidz Fastabiqul Khairat, Harpen Agus Bulyandi (HAB) menceritakan berdirinya istana tahfidz tersebut merupakan cita-citanya sejak lama.

“Dulu waktu kecil, saya juga berasal dari keluarga yang bisa dikatakan duafa serba kekurangan. Saya hidup melalui bantuan orang lain dan hidup dari sedekah orang,” ungkap Harpen Agus Bulyandi yang juga merupakan anggota DPRD Kota Pariaman dari Fraksi Gerindra ini.

Oleh karena itu, banyak jasa orang lain dalam hidupnya sehingga ia berharap jika nanti berhasil akan membalas kebaikan orang lain itu.

 “Salah satu caranya saya membentuk istana tahfidz untuk anak kurang mampu secara gratis,” ucapnya

Kedepan, ia berharap istana tahfidz ini akan berkembang menjadi pondok pesantren yang tetap memberikan pendidikan secara gratis bagi warga. “Santri di yayasan tersebut berjumlah 40 orang sedangkan yang diwisuda hari ini 36 orang. Operasional yayasan tersebut mencapai Rp40 juta perbulan yang selama ini diambil dari gaji dan tunjangannya selama menjadi anggota DPRD Pariaman,” ucapnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp