Search
Close this search box.

#JusticeForNoviaWidya, Desmond J Mahesa Minta Kasus Diusut Tuntas-Transparan

JAKARTA, Fraksigerindra.id — Tagar #JusticeForNoviaWidya membanjiri lini masa media sosial. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa, pun meminta Polri mengusut tuntas kasus bunuh diri mahasiswi Universitas Brawijaya Malang berinisial NWR (23) ini dengan penuh kehati-hatian.

“Saya pribadi cuma mengimbau ke Kapolda Jatim Pak Nico untuk lebih hati-hati melakukan penyidikan. Jangan sampai tidak memuaskan masyarakat,” kata Desmond saat dihubungi, Minggu (5/12/2021).

Desmond mengatakan kasus yang diduga melibatkan polisi berpangkat Bripda bernama Randy Bagus itu sudah mencoret institusi Polri.

Sebagai informasi, Bripda Randy Bagus, yang merupakan mantan kekasih NWR, diduga sebagai penyebab mahasiswi itu mengakhiri hidupnya.

“Karena hari ini institusi Polri dicoret oleh anggotanya sendiri. Misalnya kasus penembakan di Jakarta, aneh aja kan,” ujarnya.

Kapolri Diminta Tindak Tegas

Politisi Gerindra itu juga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menindak tegas polisi yang tidak mendukung program Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Rransparansi, Berkeadilan). Desmond juga meminta Sigit membina anggotanya.

“Karena itu, Kapolri harus benar-benar menjalankan Presisi ini secara benar, sehingga oknum-oknum polisi yang tidak mendukung Presisi ini harus ditindak tegas. Walaupun Pak Sigit dalam beberapa tindakan yang kita lihat juga cukup tegas, tapi kok ya nggak ada kapoknya juga polisi. Berarti ini perilaku-perilaku pribadi di kepolisian yang harus dibina,” tutur Desmond.

“Ini menurut saya tantangan terbesar Kapolri sekarang. Karena apa pun yang terjadi dengan kasus seperti Novia Widyasari ini, ini kan institusi Polri yang dirugikan, benar atau tidaknya kan susah kan. Institusi sudah dirugikan oleh polisi ini,” sambungnya.

Lebih lanjut, Desmond juga meminta pihak kepolisian transparan dalam menyidik kasus ini.

“Iya dong (harus diusut tuntas, red), jangan sampai, bau busuk tu lama-lama akan kelihatan, ternyata tindakan institusi kepolisian atau Polda Jawa Timur menutupi kebusukan itu. Akhirnya kan dua kali malu kan,” kata Desmond.

Facebook
Twitter
WhatsApp