Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melawan korupsi, kecurangan, serta berbagai praktik yang merugikan kekayaan negara. Untuk itu, Kepala Negara mengapresiasi jajaran Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang terus bekerja dalam upaya menyelamatkan kekayaan negara.

“Saya ucapkan terima kasih atas kerja keras Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan ini. Saya mengerti dan saya paham bahwa tantangan yang saudara hadapi tidak ringan,” ucap Presiden dalam sambutannya di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Menurut Presiden, upaya pemerintah menertibkan berbagai praktik yang merugikan negara tidak selalu berjalan mudah. Langkah tersebut, kata Prabowo, kerap menghadapi perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini menikmati praktik kecurangan.

Meski demikian, Presiden menegaskan pemerintah tidak akan menyerah dalam memperjuangkan kebenaran, keadilan, dan kepentingan rakyat.

“Pilihannya adalah pada diri kita. Apakah kita berani memilih jalan kebenaran? Atau kita menyerah kepada kekuatan yang serakah? Kekuatan yang tidak setia kepada bangsa ini? Kekuatan yang menghina rakyat? Kekuatan yang bekerja agar Indonesia terus miskin? Padahal kita negara yang sangat kaya,” katanya.

Presiden juga menyoroti adanya ancaman dan intimidasi yang dihadapi sejumlah anggota Satgas PKH, termasuk terhadap keluarga mereka. Atas hal tersebut, Kepala Negara menyampaikan penghargaan kepada jajaran yang tetap teguh menjalankan tugas meski menghadapi berbagai tekanan.

“Saya terima kasih yang masih mau berjuang bersama saya. Berjuang untuk rakyat kita. Berjuang untuk mereka yang tidak bisa bicara. Mereka yang tidak punya apa-apa,” ujar Presiden.

“Percayalah, kebenaran akan menang. Percayalah, kita di atas jalan yang benar. Kita tidak ragu-ragu,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut menyoroti masih adanya upaya penyuapan terhadap pejabat negara yang menjadi tantangan dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan. Kepala Negara menegaskan, pemerintah akan terus melakukan pembenahan, termasuk melalui pendekatan persuasif.

“Kita berusaha memperbaiki dengan persuasif, dengan dakwah, dakwah kebenaran, dakwah kebangsaan, dengan bicara, dengan meyakinkan. Di mana-mana saya diundang pasti saudara tahu apa pesan saya. Menteri-menteri yang ikut rapat dengan saya tahu sikap saya, tekad saya, kehendak saya,” tandasnya.

Presiden menegaskan pemerintah akan terus menjaga komitmen tersebut untuk memastikan kekayaan negara dikelola secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp