Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, mendorong PT BYD Auto Indonesia memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam kegiatan operasional perusahaan. Menurutnya, keterlibatan tenaga kerja Indonesia tidak boleh hanya pada posisi operator, petugas keamanan, atau pekerjaan pendukung, tetapi juga harus diperluas ke bidang administrasi dan manajemen.
“Kita jangan sampai tenaga lokal hanya dipakai seperti OB, security, atau operator. Tenaga lokal juga harus masuk ke administrasi, manajemen, dan sebagainya,” kata Rokhmat saat mengikuti Tim Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi XII DPR RI ke PT BYD Auto Indonesia di Subang, Jawa Barat, Jumat (5/9/2026).
Legislator Fraksi Partai Gerindra itu mengapresiasi investasi BYD yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional. Namun, ia menekankan manfaat tersebut harus dirasakan lebih luas, termasuk oleh masyarakat di sekitar kawasan industri.
Selain penyerapan tenaga kerja lokal, Rokhmat juga mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Industri lokal dan pelaku usaha di sekitar kawasan, kata dia, perlu dilibatkan dalam rantai pasok BYD agar keberadaan pabrik dapat memberikan efek berganda bagi industri nasional.
“Gunakanlah TKDN supaya suplai lokal melibatkan masyarakat sekitar dan industri kecil sehingga mereka bisa menjadi pemasok untuk BYD,” ujarnya.
Rokhmat menambahkan, keterlibatan industri dalam negeri perlu diarahkan untuk membangun ekosistem yang saling menguatkan. Kehadiran industri besar diharapkan tidak mematikan usaha lokal, tetapi justru membuka peluang dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Saya berharap keberadaan pabrik BYD di Subang tidak hanya menjadi pusat produksi kendaraan listrik, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat dan industri dalam negeri. Industri kita justru harus saling menghidupkan. Tentunya ini akan menjadi perhatian di Komisi XII,” tandas Rokhmat.