Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan kunjungan kerja pada Kamis (30/7/2026). Kepala Negara bersama rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 09.30 WIB menuju Kota Semarang.

Setibanya di Pangkalan Udara Utama TNI Angkatan Darat (Lanumad) Ahmad Yani, Semarang, Presiden langsung menuju Stasiun Kereta Api Semarang Tawang untuk meresmikan hasil pemugaran salah satu cagar budaya bersejarah tersebut.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, pemugaran Stasiun Semarang Tawang menjadi tonggak penting dalam pelestarian warisan budaya nasional. Bangunan yang berdiri sejak 1914 itu untuk pertama kalinya menjalani pemugaran resmi sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo kepada Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada 2025.

“Pemugaran ini menjadi langkah penting dalam menjaga warisan budaya nasional sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas publik,” ujar Teddy.

Usai peresmian, Presiden dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Batang dengan menaiki Kereta Api Nusantara Explorer untuk melakukan uji coba layanan tersebut. Kereta ini dihadirkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi kereta api bagi masyarakat.

“Kereta ini merupakan wujud keinginan Presiden agar KAI memiliki layanan kereta penumpang yang indah, elegan, dan nyaman bagi masyarakat,” kata Teddy.

Di Kabupaten Batang, Presiden Prabowo akan meresmikan pelaksanaan akad massal 62.000 unit KPR Subsidi yang digelar serentak di 165 titik yang tersebar di 372 kabupaten/kota di 36 provinsi. Acara utama dipusatkan di kawasan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

“Setelah itu, Presiden Prabowo akan meresmikan pelaksanaan akad massal 62.000 rumah KPR Subsidi yang dilaksanakan di 165 titik di 372 kabupaten/kota di 36 provinsi, dengan acara utama dipusatkan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah,” tutur Teddy.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Jawa Tengah yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp