Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, mendorong pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan cadangan bahan bakar minyak (BBM), optimalisasi produksi minyak dan gas bumi (migas), serta penguatan infrastruktur energi. Menurutnya, langkah tersebut menjadi kunci untuk mewujudkan swasembada energi dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor.
Hal itu disampaikan Rokhmat saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (23/7/2026). Ia menilai wilayah kerja Pertamina Regional III yang mencakup Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional karena melayani sekitar 76 juta penduduk atau sekitar 26 persen populasi Indonesia.
“Wilayah MOR III sangat strategis karena melayani sekitar 26 persen penduduk Indonesia. Karena itu, ketersediaan pasokan energi di wilayah ini harus benar-benar terjaga,” ujarnya.
Legislator Fraksi Partai Gerindra itu mengapresiasi upaya Pertamina dalam menjaga pasokan BBM dan LPG sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Meski demikian, ia menilai pemerintah perlu memperkuat cadangan energi nasional sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan pasokan.
Menurut Rokhmat, cadangan BBM nasional idealnya mampu memenuhi kebutuhan dalam jangka waktu lebih dari 30 hari agar ketahanan energi Indonesia semakin kuat.
Selain itu, ia mendorong peningkatan produksi migas domestik melalui eksplorasi cadangan baru, optimalisasi sumur-sumur tua, serta pengembangan wilayah laut dalam, seperti Natuna dan Papua. Menurutnya, penguatan sektor hulu migas tidak hanya penting untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, tetapi juga meningkatkan penerimaan negara dan menjaga keberlanjutan industri energi nasional.
Rokhmat juga mendukung implementasi program biodiesel B50 sebagai salah satu strategi pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan pada impor minyak.
“Program B50 merupakan langkah yang baik untuk mendukung swasembada dan kedaulatan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak,” katanya.
Ia menambahkan, pemanfaatan biodiesel berpotensi memberikan manfaat luas bagi masyarakat, termasuk nelayan, pelaku UMKM, dan sektor pertanian melalui penyediaan energi yang lebih terjangkau.
Di sisi lain, Rokhmat mengingatkan PT PLN (Persero) untuk terus menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional. Menurutnya, pasokan batu bara dan kualitas bahan bakar pembangkit harus dipastikan tetap terjaga guna mencegah terjadinya gangguan pasokan listrik berskala besar.
“Kami mengingatkan agar jangan sampai terjadi blackout. Pasokan dan kualitas bahan bakar pembangkit harus benar-benar dijaga sehingga sistem kelistrikan tetap andal,” tegasnya.
Rokhmat menegaskan, melalui fungsi pengawasan, Komisi XII DPR RI akan terus mendorong pemerintah dan BUMN sektor energi memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri, penguatan cadangan energi, serta pembangunan infrastruktur yang andal demi mewujudkan swasembada energi dan menjamin pasokan bagi masyarakat.