Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa makna keamanan tidak hanya diukur dari rendahnya angka kejahatan, tetapi juga dari terciptanya rasa aman yang memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang dan produktif. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korps Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

Dalam amanatnya, Presiden mengatakan keamanan merupakan fondasi utama bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keamanan harus memberikan ruang bagi seluruh rakyat untuk bekerja, belajar, berusaha, dan beribadah tanpa rasa takut.

“Keamanan tidak hanya berarti tidak adanya kejahatan. Keamanan berarti rakyat leluasa bekerja, petani berani menanam, nelayan berani melaut, pengusaha berani investasi, guru tenang mengajar, anak-anak tenang belajar, dan masyarakat dapat beribadah dengan damai sesuai agama dan kepercayaan masing-masing dalam suasana yang rukun, dalam suasana penuh toleransi,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur karena stabilitas keamanan nasional hingga saat ini tetap terjaga. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus melanjutkan pembangunan menuju negara yang maju dan sejahtera.

“Saya bersyukur bahwa stabilitas keamanan nasional terus terjaga. Memang setiap bangsa yang akan bangkit selalu ada usaha-usaha untuk menghambat, bahkan mengganjal kebangkitan bangsa tersebut. Tetapi bangsa Indonesia sangat besar, sangat kuat, dan memiliki modal yang sangat besar. Karena itu percayalah, bangsa kita akan bangkit,” tegas Presiden.

Kepala Negara juga mengapresiasi sinergi Polri bersama TNI, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, serta berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan pada berbagai momentum nasional. Menurut Presiden, kolaborasi tersebut memungkinkan jutaan masyarakat melakukan perjalanan dengan aman, menikmati pelayanan publik yang lebih baik, serta berkontribusi terhadap menurunnya angka kecelakaan lalu lintas.

“Keberhasilan seperti ini menunjukkan bahwa negara hadir setiap saat rakyat memerlukan,” katanya.

Meski demikian, Presiden mengingatkan bahwa tantangan keamanan ke depan akan semakin kompleks. Perkembangan geopolitik global, kemajuan teknologi, dan munculnya berbagai bentuk kejahatan baru menuntut aparat keamanan untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitas.

“Tantangan kita tidak makin ringan. Dunia penuh konflik dan ketegangan. Perang di satu belahan bumi berpengaruh kepada kita. Kejahatan pun makin canggih dan terus berubah. Ancaman berubah, teknologi dapat juga dipakai dengan maksud-maksud yang jahat. Dengan demikian, cara kerja kita juga harus menyesuaikan,” kata Presiden.

Dalam amanatnya, Presiden turut menyoroti berbagai ancaman yang harus terus menjadi perhatian bersama, antara lain peredaran narkotika, judi daring, perdagangan orang, kejahatan siber, terorisme, korupsi, penyelundupan, pertambangan ilegal, perkebunan ilegal, hingga kejahatan kerah putih (white collar crime) yang dinilai merugikan negara dan masyarakat.

Di sisi lain, Presiden memberikan apresiasi atas keberhasilan Polri bersama berbagai instansi terkait dalam mengungkap ribuan kasus narkotika, memberantas judi daring bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, serta menjaga Indonesia tetap nihil dari insiden terorisme dalam beberapa tahun terakhir.

“Ini prestasi yang perlu kita hargai. Tetapi saya juga mengatakan dan mengingatkan, jangan kita lengah. Jangan pernah cepat puas,” tegas Presiden.

Menutup amanatnya, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa perjuangan aparat negara masih panjang. Menurutnya, kemiskinan yang masih dialami sebagian masyarakat berkaitan erat dengan praktik korupsi, penyelundupan, dan berbagai aktivitas ekonomi ilegal yang harus terus diberantas secara konsisten.

“Rakyat kita masih menderita kemiskinan. Dan kemiskinan ini adalah akibat langsung dari korupsi, dari penyelundupan, dan dari kegiatan-kegiatan ekonomi ilegal. Karena itu tantangan saudara, tantangan kita semua masih besar dan masih banyak,” pungkas Presiden.

Presiden menegaskan bahwa menjaga keamanan nasional bukan sekadar mempertahankan ketertiban, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap negara. Untuk itu, Polri diharapkan terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, dan senantiasa hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp