Anggota Komisi XII DPR RI, Rocky Candra

Anggota Komisi XII DPR RI, Rocky Candra, memastikan ketersediaan stok pangan di Provinsi Jambi berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama enam hingga tujuh bulan ke depan. Kepastian tersebut disampaikan usai menerima paparan kinerja dari Perum Bulog Kantor Wilayah Jambi dalam kunjungan kerja di daerah tersebut.

Rocky menjelaskan, berdasarkan data yang dipaparkan Bulog, cadangan pangan saat ini berada pada level aman sehingga dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan maupun harga di tengah masyarakat.

“Secara umum stok kita aman. Ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah masyarakat,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa persoalan pangan tidak hanya berkaitan dengan kecukupan stok, tetapi juga menyangkut efektivitas distribusi serta ketepatan sasaran penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Rocky menyoroti pentingnya validasi data penerima bantuan pangan, khususnya bagi kelompok masyarakat kurang mampu. Menurutnya, cakupan penerima bantuan di Jambi yang mencapai sekitar sepertiga dari total kepala keluarga harus diiringi pendataan rinci agar tidak terjadi kesalahan distribusi di lapangan.

“Harus detail, by name by address. Jangan sampai bantuan tidak tepat sasaran. Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Legislator Gerindra itu juga mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, dan instansi terkait agar distribusi bantuan pangan dapat berjalan lancar hingga ke tingkat desa.

Selain distribusi, Rocky turut menyoroti kebutuhan pembangunan infrastruktur gudang penyimpanan Bulog di sejumlah daerah sebagai bagian dari penguatan cadangan pangan regional. Untuk wilayah Muaro Jambi, kebutuhan tersebut akan difasilitasi melalui komunikasi dengan kepala daerah, sementara di daerah lain didorong melalui koordinasi lintas pemerintah.

“Gudang ini penting untuk menjaga ketersediaan stok di daerah. Kita akan fasilitasi komunikasi dengan kepala daerah agar bisa direalisasikan,” jelasnya.

Tidak hanya beras, Rocky juga menaruh perhatian pada optimalisasi penyerapan jagung oleh Bulog sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung petani lokal. Ia menyatakan akan membantu membuka komunikasi antara Bulog, Pemerintah Provinsi Jambi, dan dinas pertanian agar penyerapan jagung dapat berjalan lebih maksimal.

“Kita dorong peternak membeli jagung dari Bulog. Ini juga bagian dari menjaga ekosistem pangan dan peternakan di daerah,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Perum Bulog Kantor Wilayah Jambi, Wiwin Indratno, menjelaskan bahwa hingga awal 2027 kondisi stok pangan di wilayah Jambi masih berada dalam kategori aman. Berdasarkan data per 1 Mei 2026, total stok beras yang dikuasai Bulog mencapai lebih dari 14 ribu ton, ditambah komoditas lain seperti jagung, gula, dan minyak goreng yang turut memperkuat cadangan pangan daerah.

Menurut Wiwin, penyaluran bantuan pangan terus berjalan, termasuk melalui program Bantuan Pangan Beras (PBP) yang menyasar masyarakat di berbagai kabupaten dan kota. Selain itu, Bulog juga menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjaga keterjangkauan harga beras di pasaran.

“Secara keseluruhan, stok tersedia dan penyaluran terus kami lakukan secara bertahap sesuai penugasan pemerintah,” ujarnya.

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan terhadap kesiapan cadangan pangan pemerintah di daerah, sekaligus memastikan distribusi bantuan, pembangunan infrastruktur, dan pemanfaatan komoditas lokal berjalan selaras dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp