Anggota Komisi V DPR RI, Yuliansyah, melakukan inspeksi langsung ke pusat dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (4/5/2026), sebagai bagian dari pengawasan menyeluruh terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi bagi anak sekolah.
Setelah meninjau sejumlah sekolah penerima manfaat, Yuliansyah melanjutkan kunjungan ke fasilitas produksi makanan, salah satunya di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mariana. Dalam kunjungan tersebut, ia memantau langsung proses pengolahan, pengemasan, hingga kesiapan distribusi makanan yang akan disalurkan kepada para siswa.
Dengan mengenakan perlengkapan sanitasi lengkap berupa masker dan penutup kepala, Yuliansyah memasuki area dapur untuk memastikan seluruh tahapan produksi berjalan sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan yang telah ditetapkan.
Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan arahan kepada Kepala SPPG agar operasional dapur tetap berpedoman pada instruksi Presiden terkait kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Pengawasan difokuskan pada tiga aspek utama. Pertama, memastikan kandungan gizi dalam setiap porsi makanan memenuhi standar nutrisi pemerintah. Kedua, menjamin higienitas dan kesterilan selama proses memasak hingga pengemasan. Ketiga, memastikan keamanan konsumsi agar makanan yang diterima siswa benar-benar layak santap dan tidak menimbulkan risiko kesehatan.
“Penyaluran makanan bergizi ini harus sesuai mutunya dan terjamin kesterilannya, sehingga saat dikonsumsi anak-anak tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Menurut Legislator Gerindra itu, pengawasan program MBG tidak cukup dilakukan di titik distribusi, tetapi harus dimulai dari dapur sebagai pusat utama penyiapan makanan. Karena itu, kontrol dari hulu hingga hilir dinilai penting agar manfaat program benar-benar optimal.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmennya dalam mengawal program gizi nasional agar berjalan tepat sasaran, memenuhi standar kebersihan, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan dan kualitas generasi muda di Kalimantan Barat.