Anggota Komisi IV DPR RI, Sumail Abdullah

Anggota Komisi IV DPR RI, Sumail Abdullah, menyoroti kecenderungan pelaku usaha yang lebih memilih ekspor benih bening lobster (BBL) dibanding mengembangkan budidaya di dalam negeri.

Ia mengungkapkan wilayah selatan Jawa, khususnya daerah pemilihannya, merupakan salah satu sentra benih lobster. Namun, terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan budidaya domestik dan dorongan ekspor.

“Pelaku usaha cenderung fokus ke eksplorasi dan ekspor, bukan ke budidaya,” ujarnya di Jakarta, Selasa (21/04/2026).

Sumail mengingatkan agar kebijakan tidak hanya berorientasi ekspor, tetapi juga mendorong peningkatan nilai tambah melalui budidaya dalam negeri. Menurutnya, hal ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan nilai ekonomi komoditas lobster sebelum masuk pasar internasional.

Legislator Gerindra itu mencontohkan, harga benih lobster relatif rendah dibanding lobster hasil budidaya. Namun, budidaya di Indonesia masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi waktu produksi yang lebih lama dibanding negara seperti Vietnam.

“Tambahan waktu produksi membuat budidaya kita kurang kompetitif,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan aspirasi nelayan dan pembudidaya akan menjadi pertimbangan DPR dalam merumuskan kebijakan yang seimbang antara ekspor dan penguatan budidaya nasional.

“Kami dorong pemerintah menghadirkan kebijakan terbaik demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp