Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menyoroti tingginya pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia yang telah melampaui satu juta orang. Ia menilai, kondisi ini menunjukkan masih lemahnya transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja, terutama akibat kurangnya pengalaman praktis dan ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri.
“Banyak lulusan memiliki kompetensi akademik memadai, namun masih perlu penguatan keterampilan praktis dan pemahaman dunia kerja,” ujarnya dalam sambutannya ketika kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI ke Kabupaten Badung, Bali, Kamis (16/4/2026).
Sebagai solusi, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia meluncurkan program pemagangan lulusan perguruan tinggi yang kini diperluas cakupannya. Jumlah peserta pun meningkat dari 20.000 menjadi 100.000 orang pada 2025.
Srikandi Gerindra itu menilai program ini menjadi langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara lulusan dan kebutuhan industri, sekaligus memberikan pengalaman kerja nyata serta peningkatan kompetensi.
Di Kabupaten Badung, sebanyak 10 perusahaan telah menampung 153 peserta magang. Daerah ini juga mencatat penurunan tingkat pengangguran dari 2,72 persen pada 2024 menjadi 1,57 persen pada 2025, berdasarkan data Badan Pusat Statistik.
Putih Sari menegaskan, program pemagangan harus berdampak nyata dan tidak sekadar formalitas, serta perlu didukung sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi agar mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing.