Pasca Lebaran, nilai-nilai kebersamaan yang terjalin di tengah masyarakat diharapkan terus dijaga dan diperkuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani, memaknai Idul Fitri 1447 Hijriah sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan, persatuan, dan kerukunan. Menurutnya, semangat tersebut akan membuat kehidupan bangsa Indonesia semakin kokoh, kuat, dan damai.
“Kita sebagai masyarakat juga bisa merasakan manfaat dari persatuan tersebut,” kata Muzani di Jakarta, Senin (23/3/2026).
Politikus asal Tegal itu juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian sosial serta menjaga lingkungan sebagai bagian dari kehidupan bersama. Ia menekankan pentingnya berbuat baik kepada sesama agar menjadi pribadi yang bermanfaat.
“Kita berdoa semoga seluruh bangsa Indonesia dijauhkan dari malapetaka dan berbagai bencana, agar bisa membangun masa depan yang lebih baik,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengajak masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat tali persaudaraan dan menjaga persatuan bangsa.
“Mewakili keluarga besar Partai Gerindra dan DPR, saya mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Dasco melalui akun Instagram resminya, Sabtu (21/3/2026).
Wakil Ketua DPR tersebut juga menekankan pentingnya menjadikan Lebaran sebagai ajang mempererat hubungan sosial sekaligus refleksi diri.
“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum,” tulisnya, disertai ucapan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.
Pada Idul Fitri tahun ini, Dasco mengungkapkan tidak menggelar open house di kediamannya. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk dukungan terhadap himbauan pemerintah terkait kesederhanaan dalam perayaan Lebaran.
Langkah itu merujuk pada Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang mengimbau pejabat negara untuk tidak menggelar acara secara berlebihan. Imbauan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar para pejabat memberi teladan kesederhanaan kepada masyarakat.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya perayaan yang tidak berlebihan, terutama di tengah kondisi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak bencana dan tekanan ekonomi.
“Kita harus memberi contoh, yaitu open house atau acara serupa jangan terlalu mewah,” tegas Presiden, Jumat (13/3/2026).
Meski demikian, pemerintah tetap mendorong agar perayaan Idul Fitri berlangsung hangat dan mampu menggerakkan roda ekonomi, dengan tetap berlandaskan prinsip kesederhanaan.