Anggota Komisi X DPR RI, La Tinro La Tunrung

Anggota Komisi X DPR RI, La Tinro La Tunrung, menyoroti besarnya potensi sejarah dan budaya yang tersimpan di kawasan Situs Kota Kapur, Bangka, Bangka Belitung. Kawasan ini memiliki sejumlah peninggalan berusia ratusan tahun yang dinilai sangat berharga dan perlu segera mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat maupun daerah.

Dalam kunjungan spesifik Komisi X DPR RI ke Pangkal Pinang, La Tinro menyampaikan keprihatinannya melihat kondisi situs tersebut yang belum dikelola secara optimal.

“Kalau kita melihat secara keseluruhan, potensi yang ada di Situs Kota Kapur ini sangat luar biasa. Di sini ada tiga candi, tetapi sangat disayangkan karena belum dibuka untuk umum. Secara teknis, harus dilihat dulu, kemudian dibuka dan dilakukan perbaikan candinya,” ujar La Tinro saat mengunjungi kawasan situs di Desa Kota Kapur, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Kamis (27/11/2025).

Selain tiga candi, La Tinro juga menyoroti keberadaan benteng, sungai buatan, dan dermaga yang pernah dibuka namun kini kembali ditutup. Menurutnya, seluruh elemen ini merupakan warisan penting yang perlu dijaga dan dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

“Harapan kita semua adalah menjaga budaya dan warisan berharga ini. Pemerintah daerah maupun pusat harus bersama-sama melakukan yang terbaik agar candi-candi ini bisa diperbaiki, dapat dilihat publik, dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat serta menarik wisatawan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti persoalan lahan yang belum dibebaskan dan meminta pemerintah pusat mempercepat proses tersebut. Informasi yang diterima Komisi X menyebutkan bahwa peninggalan di kawasan Kota Kapur diperkirakan berasal dari abad ke-5 hingga abad ke-7, menjadikannya salah satu situs penting dalam sejarah Nusantara.

“Tanah-tanah yang belum dibebaskan sebaiknya segera ditindaklanjuti. Dari informasi yang kami dapatkan, situs ini berada pada abad ke-5, 6, dan 7. Dengan kunjungan spesifik kami ini, kami berharap candi-candi tersebut bisa benar-benar dilestarikan,” ungkapnya.

Terkait dukungan anggaran, La Tinro menegaskan komitmen Komisi X DPR RI untuk membawa seluruh temuan lapangan kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kebudayaan.

“Insya Allah setelah kami kembali ke Jakarta, kami akan menyampaikan temuan-temuan ini kepada Pak Menteri Kebudayaan agar bisa mengupayakan anggaran. Harapannya, candi-candi ini dapat segera dibuka dan warisan-warisan lainnya bisa terus terungkap,” tutup Politisi Fraksi Gerindra tersebut.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp